Berita Internasional Kebijakan Global

Puluhan Karyawan Boeing Ditangkap Karena Gunakan Obat-obatan Ilegal

Bell Boeing V-22 Osprey

Philadelphia – Agen federal Amerika Serikat melakukan penyerbuan terhadap pabrik pesawat Boeing serta menangkap puluhan pekerjanya dengan tuduhan telah mendistribusikan atau mencoba untuk mendapatkan obat-obatan penghilang rasa sakit yang kuat, yang semestinya hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Penangkapan ini dilakukan FBI dan Drug Enforcement Administration (DEA) di pabrik dengan 5.400 karyawan di Ridley Park, yang adalah pabrik dari bagian unit Defense, Space and Security Boeing, yang memproduksi helikopter militer jenis CH-47 Chinook dan V-22 Osprey.

Penangkapan dilakukan setelah Boeing memberi informasi ada aktivitas peredaran obat-obatan ilegal setelah melalui serangkaian penyelidikan internal.

“Selama ini, karyawan diuji jika mereka dicurigai berada di bawah pengaruh obat atau alkohol,” kata juru bicara perusahaan, Damien Mills.

Beberapa pihak menduga, beberapa kerusakan pada mesin pesawat atau cacat produksi disebabkan oleh hal ini. Namun pihak kejaksaan AS membantahnya dan mengatakan mereka tidak berpikir ada hubungan antara penangkapan itu dengan kesalahan hingga berujung pada cacat produksi seperti ditemukan pada 2008.

Pada bulan November tahun itu, Boeing untuk sementara menutup dua lini produksi yang membuat Chinook dan Osprey setelah ditemukan tutup plastik di saluran bahan bakar di lambung Osprey. Boeing kemudian mengajukan rencana tindakan korektif dan mengulang dari awal proses produksi.

Pada bulan Mei tahun itu, seorang karyawan yang tidak puas memutus sekitar 70 kabel listrik di sebuah Chinook yang hampir selesai. Sang karyawan, Matius Montgomery, mengaku bersalah menghancurkan properti di bawah kontrak pemerintah. Pihak berwenang mengatakan ia marah tentang pemindahan pekerjaan.

Dalam pernyataan resminya, Boeing memuji Kantor Jaksa Penuntut AS, dan lembaga penegak hukum federal untuk penyelidikan mereka yang ketat dan menyeluruh.

“Ini langkah yang tepat untuk menjamin keselamatan karyawan dan kualitas produk yang kami produksi bagi pelanggan kami,” ujar wakil perusahaan membacakan pernyataan tertulisnya.(G)