Berita Internasional Kebijakan Nasional Riset

Psikolog: Akibat Kebijakan Perangi Narkoba, 80 Persen Anak Meksiko Alami PTSD

Patroli Polisi Meksiko (ilustrasi)

Ciudad Juarez – Sebuah hasil studi di Meksiko baru-baru ini menyebutkan 80 persen anak-anak di Ciudad Juarez, negara bagian Chihuahua, Meksiko bagian utara mengalami stress pasca trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) akibat tindak kekerasan yang terjadi di dalam rumah dan lingkungan sekitarnya, terkait kebijakan perang melawan narkoba pemerintah Meksiko.

“Penelitian ini dilakukan pada anak-anak usia antara 5 hingga 12 tahun, yang mendatangi rumah sakit anak di Ciudad Juarez, baik sebagai pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan,” ungkap Psikolog Leila Ruiz Escalona, Kepala Departemen Psikologi, Rumah Sakit Anak Ciudad Juarez, Rabu (1/2) waktu setempat.

Laman Milenio.com menyebutkan bahwa menurut Leila Ruiz, gangguan stress pasca-trauma ini pada umumnya terjadi akibat kekerasan tingkat tinggi, jika pasien tiba tiba menjadi diam dan tidak mengatakan apapun, maka gejala-gejala ini mulai terlihat.

“Gejala-gejala stress pasca-trauma ini antara lain terlihat dengan adanya gangguan kecemasan, sakit kepala, sakit perut serta kebingungan yang berlebihan pada setiap anak.” ungkap Leila Ruiz Escalona.

Dalam studi ini Leila Ruiz dan rekan-rekan penelitinya menemukan delapan dari sepuluh anak yang menyaksikan kekerasan akibat kebijakan perang terhadap NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) di jalan-jalan Ciudad Juarez, mengalami gangguan PTSD.

Leila Ruiz juga menjelaskan bahwa PTSD dapat terjadi pada individu dari berbagai usia, dan umumnya PTSD mulai menyerang tidak hanya setelah peristiwa bencana alam seperti gunung meletus ataupun banjir, tetapi juga terjadi karena tindak kekerasan akibat perang, perkosaan, pemenjaraan dan serangan terorisme.

Pekan lalu, Georgina Cárdenas, seorang peneliti dari Universidad Nacional Autónoma de México, mengungkapkan sebelum kebijakan perang terhadap narkoba diambil presiden Filipe Chalderon pada 2006 lalu, di Ciudad Juarez hanya ditemukan 27 persen dari populasi warga kota yang menderita gangguan ini. Jumlah ini nyaris menyamai 30 persen jumlah tentara yang menderita gangguan PTSD saat berangkat perang.(Mil/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *