Berita Internasional Kebijakan Mancanegara

Proposition 19 California: Kalah Suara, Legalisasi Ganja Tertunda

Los Angeles-Para pemilih di California harus mengubur harapan adanya legalisasi konsumsi ganja rekreasional setidaknya untuk saat ini menyusul gagalnya Proposition 19 meraih suara mayoritas. Namun para pendukung Proposition 19 bertekad akan mendorong kampanye legalisasi berikut pada 2012.

Dari website ballotpedia tercatat hasil pemungutan suara menunjukkan 53.8 % pemilih menolak Proposition 19, sementar 46.2 % menyetujuinya. Pemungutan suara wacana legalisasi ganja untuk penggunaan rekreasional ini diikuti oleh 7,124,077 pemilih.

Sementara Richard Lee, pengusaha ganja untuk keperluan medis dari Oakland yang mendanai pemungutan suara ini secara besar-besaran, tetap menganggap momen ini sebagai kemenangan moral yang luar biasa. Ia telah siap mendanai pemungutan suara berikut.

“Faktanya, ada jutaaan penduduk California yang menyetujui legalisasi ganja. Ini adalah kemenangan besar,” cetus Lee. ” Kita telah melakukan perubahan mendasar. Proposition 19 telah mengubah makna sebuah debat.”

Walaupun kalah suara, pendukung Proposition 19 mengatakan, referendum ini telah menarik demikian besar perhatian pada wacana legalisasi ganja.” Proposition 19 telah mengangkat dan melegitimasi wacana seputar kebijakan ganja dalam porsi yang lebih besar dari yang sudah-sudah,” tegas Ethan Nadelmann, Direktur Eksekutif Drug Policy Alliance, sebuah organisasi terkemuka di Amerika Serikat yang bergerak di bidang reformasi kebijakan napza.

“Inilah kali pertama para pejabat pemerintah, anggota serikat buruh, dan organisasi hak-hak sipil mendukung adanya pemungutan suara untuk legalisasi ganja. Perdebatan yang muncul bukan lagi tentang melegalkan ganja atau tidak, tetapi sudah bergeser pada bagaimana cara terbaik untuk melaksanakan legalisasi ganja,” imbuh Nadelmann.

Dari 3.4 juta dolar AS yang dikucurkan untuk mendukung Proposition 19 California ini, separuh pendanaan berasal dari Richard Lee, seorang pengusaha dari Oakland yang memiliki sebuah usaha pembibitan, pendistribusian dan bisnis terkait ganja lainnya.(abc/Yvonne Sibuea)