Berita Internasional HIV/AIDS Kebijakan Mancanegara

Program Metadon Pertama di Afrika Sub-Sahara Dibuka di Tanzania

Dar es Salaam – Program terapi rumatan metadon pertama di Afrika Sub-Sahara dibuka bulan ini di sebuah rumah sakit di Dar es Salaam, Tanzania.

Sementara penggunaan heroin tidak marak di Afrika, tapi kenyataannya Tanzania mengalami masalah peredaran heroin karena posisinya sebagai negara pelabuhan, yang menjadi tujuan penyelundupan napza, biasanya dari Afghanistan atau Eropa. Para kurir napza di Tanzania biasanya dibayar dengan heroin, hal ini menciptakan kelompok pecandu heroin baru.

Diperkirakan ada sekitar 25 ribu pengguna napza suntik di Tanzania, 40% diantaranya terinfeksi HIV, demikian pernyataan Pangaea Global AIDS Foundation, sebuah organisasi non pemerintah di San Fransisco yang menganjurkan pemerintah Tanzania mengadopsi program metadon.The United States President’s Emergency Plan for AIDS Relief yang didirikan oleh Presiden AS George W.Bush membiayai program ini.

Berbagi jarum suntik berpotensi menyebarkan HIV dan hepatitis. Tahun lalu, seorang peneliti Amerika melaporkan temuan bahwa masyarakat Tanzania melakukan flashblood, dimana seorang pengguna napza menyuntik diri sendiri dengan darah orang lain sambil berharap dapat berbagi efek heroin.

Di Afrika, ketakutan akan hal-hal asing sering berujung pada tudingan perdukunan. Sementara penggunaan heroin tidak familiar di Tanzania, terlebih lagi program terapi rumatan metadon.

Metadon diberikan dalam dosis oral yang kecil sehingga tidak menimbulkan efek mabuk. Dalam peluncuran program metadon di Rumah Sakit Muhimbili, Kedubes Amerika di Tanzania menyatakan siap bilamana muncul tentangan dari masyarakat selama layanan disediakan.(nyt/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *