Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan Nasional

Prof Dr. Erlyn Indarti: Rehab Pecandu NAPZA Harus Didahului Perubahan Paradigma Masyarakat

Prof Dr. Erlyn Indarti, SH. MA., Ph.D

Semarang – Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang bertujuan menampung aspirasi masyarakat dalam mendukung kerja-kerja Kepolisian menjadi topik pembahasan pada Lokakarya Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 65 yang diselenggarakan di Aula POLDA Jawa Tengah pada Kamis pagi (23/6) .

Diharapkan dengan diterimanya konsep kemitraan antara polisi dan masyarakat, maka banyak kasus kecil dapat diselesaikan di tingkat terbawah seperti RT.

Prof. Dr. Erlyn Indarti SH, MA.,Ph.D, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dalam paparan yang dibawakannya menekankan pentingnya restorative justice dalam menyikapi masalah di masyarakat. Restorative Justice adalah sebuah pendekatan hukum yang berfokus pada kebutuhan korban dan pelaku, yang tidak sekedar melaksanakan prinsip-prinsip sanksi dan hukuman bagi pelaku kejahatan.

Menyikapi pro-kontra yang muncul di kalangan penegak hukum, pembuat kebijakan dan masyarakat mengenai kebutuhan rehabilitasi bagi pecandu NAPZA yang diatur dalam PP no 25/2011, kepada NapzaIndonesia.com Erlyn menegaskan bahwa kesiapan masyarakat dalam menerima sebuah konsep baru melebihi kekuatan segala peraturan dan perundang-undangan.

“Kultur masyarakat setempat menjadi penentu apakah sebuah kebijakan bisa dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang telah ada. Perubahan paradigma masyarakat membawa serta pemahaman hukum, pemahaman hukum membawa serta perubahan implementasi hukum,” ungkap Erlyn.

Dalam kapasitas sebagai anggota Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS) Erlyn mengungkapkan pentingnya pelibatan FKPM dalam penanganan masalah NAPZA di masyarakat.

” Biarkan masyarakat dengan bijak menentukan pendekatan mana yang pantas diberlakukan bagi seorang pecandu NAPZA. Bila masyarakat telah menyadari bahwa pecandu NAPZA adalah korban yang perlu dibela, maka polisi maupun UU apapun tak mampu mencegahnya,” tegas Erlyn menutup pembicaraan.(YS)