Berita Nasional Peristiwa

Polres Boyolali Kejar Penerima Heroin Malaysia

Polri

Boyolali – Kepolisian Resor Boyolali, Jawa Tengah akan menelusuri siapa penerima narkotika jenis heroin seberat 1,193 kilogram senilai sekitar Rp2,366 miliar yang diselundupkan melalui Bandara Adi Soemarmo Surakarta.

“Tersangka Cherty Ann Panaly (26) warga Filipina bersama barang bukti heroin kini sudah diamankan di Markas Polres Boyolali untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Wakil Kepala Polres Boyolali, Kompol Amingga Meilana Primastito, di Boyolali, Minggu (3/4) malam.

Menurut Primastito, tersangka diduga sebagai kurir narkotika itu, dengan tujuan ke Solo. Dia mengantar barang atas perintah warga negara Filipina berinisial WN, dengan diberikan upah Rp8 juta.

Dengan digagalkannya kasus penyulundapan oleh petugas bea dan cukai di Bandara Adi Soemarmo, Minggu (3/4), sekitar pukul 12.30 WIB polisi langsung akan mengembangkan lebih lanjut.

“Kami akan melakukan pengembangan untuk menelusuri siapa penerima barang kiriman itu,” katanya.

Polisi segera melakukan memeriksaan tersangka untuk mengetahui barang tersebut akan dialamatkan ke mana dan siapa penerimanya.

Menurut Primastito, mengenai pengirim barang heroin berinisial WN warga Philipina tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Polda Jateng dan Mabes Polri.

Tersangka bisa diancam hukuman sesuai Undang-Undang Pasa 113 ayat 1 dan 2 Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp10 miliar.

Namun, jika barang bukti beratnya lebih dari lima gram pelaku dijatuhi hukuman mati, penjara seumur hidup atau paling lama 30 tahun serta denda maksimum Rp10 miliar.(Ant/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *