Peristiwa

Polres Baubau Tangkap Dua Pengedar Shabu

Baubau – Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Baubau meringkus dua pelaku pengedar narkoba jenis shabu-shabu, Rd dan ST di Kota Baubau.

Kapolres Baubau, AKBP Eko Wahyuniawan melalui Kasat Reserse Narkoba Polres Baubau AKP Anwar di Baubau, Kamis, mengatakan, penangkapan kedua pelaku tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang mencurigai aktifitas mereka di Kelurahan Kadolomo Kecamaran Kokalukuna pada hari Rabu (19/8).

“Mendapat informasi tersebut pihak aparat Polres Baubau menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan terpadu, dan langsung bergerak ke tempat aktifitas para pelaku tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam penggrebekkan di Kelurahan Kadolomoko itu ditemukan pelaku Rd tengah menjajakan narkoba jenis shabu, sehingga tersangka langsung diamankan pihak kepolisian ke Mapolres Baubau.

“Berdasarkan pemeriksaan serta barang bukti sebanyak dua paket shabu yang disita di tempat kejadian perkara itu, pihaknya kemudian menetapkan Rudi sebagai tersangka pengedar narkoba,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari pengakuan tersangka Rd, juga pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil membekuk seorang wanita berinisial ST di salah satu kamar kosnya di Kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari Kota Baubau.

“Pelaku ST dibekuk setelah mendapat pengakuan dari Rudi akan barang haram yang dimilikinya. Dari penggeledahan tersebut, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa empat paket shabu yang disimpan dalam lemari pakaian,” ujarnya.

Menurut dia, barang haram tersebut diperoleh pelaku dari salah seorang bandar narkoba yang beroperasi di Kabupaten Muna, sehingga pihaknya melakukan upaya koordinasi bersama Polda Sultra untuk mengungkap dan menangkap pemasok barang haram itu ke Kota Baubau.

“Pelaku merupakan salah satu target operasi kami. Dan dari penyelidikan selama satu minggu, kami berhasil membekuk pelaku Rd bersama pacarnya ST di Baubau,” ujarnya.

Untuk pendalaman penyidikan, tersangka telah diamankan di Mapolres Baubau bersama barang bukti berupa narkoba jenis shabu sebanyak enam paket.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya para tersangka dijerat dengan undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun,” ujarnya.(AntaraNews.com)