Advokasi Berita Lembaga Kebijakan Daerah

Polisi Tidak Akan Tangkap Penasun Pengakses Jarum Suntik Steril

Semarang – Kepolisian Sektor (Polsek) Banyumanik, Semarang, tidak akan menangkap para pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) yang mengakses Layanan Jarum Alat Suntik Steril (LJASS) di Puskesmas yang telah ditunjuk secara resmi oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.

“Polisi tidak akan menangkap penasun yang mengakses layanan jarum alat suntik steril di Puskesmas,” ungkap Aiptu Ahmadi kepada NapzaIndonesia.com disela-sela pertemuan antara komunitas pengguna NAPZA suntik (penasun) dengan para pemangku kebijakan serta tokoh masyarakat di Kantor Camat Banyumanik, Semarang, Selasa (10/8) siang.

Karena itu, menurut Ahmadi, pihaknya juga meminta daftar nama para penasun yang mengakses LJASS tersebut, agar lebih jelas langkah-langkah kongkrit yang diambil. Lagi pula hal ini sesuai dengan pasal 27 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang menyebutkan bahwa penasun yang terdaftar di layanan kesehatan tidak akan dikenakan sanksi pidana.

Dalam pertemuan ini KPA Kota Semarang menjadi fasilitator antara komunitas pengguna NAPZA dengan pihak Kepolisian Sektor Banyumanik. “Hal ini bertujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada semua pihak guna mengurangi penularan HIV pada komunitas pengguna NAPZA,” papar Ketua KPA Kota Semarang, dr. Titik Rahayu, M.Kes.

Sementara itu, PERFORMA menyambut baik pernyataan Polsek Banyumanik ini.

“Bersama KPA, kami mensosialisasikan layanan LJASS dan mensinkronkan antara pendekatan kesehatan dan pendekatan hukum bagi para penasun, jadi supaya penasun yang ambil jarum ke puskesmas tidak ditangkap saat mengakses jarum,” papar Ira Hapsari, Koordinator Divisi Penelitian dan Pendokumentasian PERFORMA.

Sejak pertengahan 2009 lalu, Dinas Kesehatan Kota Semarang telah menunjuk empat Puskesmas sebagai penyedia layanan jarum suntik steril dan methadone. Adapun keempat Puskesmas tersebut masing-masing Puskesmas Pegandan, Puskesmas Srondol, Puskesmas Padangsari dan Puskesmas Poncol.

Menurut data Lembaga Pelopor Perubahan (LPP) – PERFORMA Semarang, saat ini terapat sekitar 127 penasun di Semarang yang telah mengakses LJASS di Puskesmas Padangsari, Semarang. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah jika ada jaminan dan kepastian hukum dari kepolisian bahwa para penasun yang mengakses LJASS tidak akan ditangkap.(IH/G)

One thought on “Polisi Tidak Akan Tangkap Penasun Pengakses Jarum Suntik Steril”

  1. dear,
    kalu boleh tahu Aiptu Ahmadi itu menjabat sebagai apa di jajaran Mapolsek Banyumanik, Semarang?

    kita perlu memberikan apresiasi kepada polsek banyumanik yang mendukung program ljass tersebut, namun yang kita ketahui bersama keadaan dilapangan sering kali berbeda yang kerap tidak menguntungkan pihak Penasun.

    apakah statement dari Aiptu Ahmadi tersebut di ikuti dengan perjamjiam tertulis atau seperti MoU,sehingga pihak penasun memimiliki perlindungan hujum apabila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan di lapangan nanti.

    salam,
    Ecko Sayyidina ( Gerakan Korban Napza Banten )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *