Peristiwa

Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Miras Maut

Polri
Polri

Surabaya – Kepolisian Sektor Sawahan Surabaya menetapkan seorang tersangka atas kasus tewasnya tujuh orang karena menenggak minuman keras oplosan.

“Tersangka berinisial IS, yang berprofesi sebagai penjual minuman keras cukrik warga Pakis Wetan Surabaya,” kata Kapolsek Sawahan, Komisaris Polisi Manang Soebeti kepada wartawan, Kamis (19/9).

Saat ini, pihaknya masih mengejar sejumlah tersangka lainnya, diantaranya pemasok minuman keras tersebut ke tersangka Is. Sejauh ini tim penyidik sudah mengantongi data dan berjanji segera menangkap tersangka lainnya.

Sebelumnya, Polisi mengamankan sembilan kardus berisi minuman keras jenis cukrik yang dikemas di botol ukuran 1,5 liter dan puluhan minuman keras jenis lainnya. Barang bukti tersebut didapat dari tersangka Is selaku penjual, serta dari tempat kejadian perkara.

Sementara itu, di hadapan polisi, tersangka mengakui mendapatkan pasokan dari seseorang berinisial Bud, warga Surabaya. Setelah ditindaklanjuti dengan menggerebek rumahnya di kawasan Jalan Kutai, namun tidak mendapatkan seorang pun.

“Kami menduga pemiliknya kabur setelah mengetahui minuman keras yang dipasoknya menyebabkan korban jiwa. Tapi kami menyita barang bukti empat dos dan satu jirigen berisi minuman keras jenis cukrik. Sekarang sudah di kantor polisi,” katanya.

Awalnya, polisi hanya memeriksa Is sebagai saksi. Namun, setelah dilakukan penyidikan lebih jauh, penyidik menaikkan statusnya menjadi tersangka dan dijerat pasal 140 serta pasal 142 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Akibat pesta minuman keras yang digelar akhir pekan lalu oleh sekelompok pria di kawasan Pakis Surabaya, hingga saat ini sudah tujuh orang tewas. Manang Soebeti mengungkapkan, kemarin dinyatakan empat meninggal dan hari ini bertambah tiga, menjadi tujuh orang.

“Masih ada dua orang lagi yang sampai sekarang mendapat perawatan di rumah sakit. Semoga tidak ada lagi korban jiwa akibat pesta minuman keras ini,” kata perwira dengan pangkat satu melati tersebut.

Ketujuh korban tewas atas nama Soleh, Toto, Martoyo, Wakid, Yanto, Toyo, Yudi, semuanya warga Pakis Gunung dan Pakis Wetan. Sedangkan. dua lainnya masih dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya dengan keadaan kritis.(Ant)