Berita Nasional Peristiwa

Polisi Surabaya Gulung Jaringan Narkotika Malaysia

Polri
Polri

Surabaya – Jajaran Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya kembali menangkap bandar narkoba yang merupakan bagian dari jaringan internasional. Polisi menangkap enam tersangka pengedar barang haram itu, kemarin.

Enam orang yang ditangkap adalah Hendra Tjoe (23), Indra (24), Reza Novianto (24), Ronald (26), Susanto (41), dan Iqbal (27). Tiga tersangka, yakni Hendra Tjoe, Indra, dan Reza Novianto merupakan bandar jaringan internasional yang omzet pemasarannya mencapai miliaran rupiah.

“Bandar shabu komplotan Hendra Tjoe, Reza, dan Indra itu, kendati berusia masih relatif muda, tapi sudah masuk jaringan internasional. Sedangkan, Ronald yang semula dikenal sebagai bandar pil ekstasi, memiliki kaki tangan pengedar bernama Iqbal dan Susanto,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP R Bambang Tjahyo Bawono dalam keterangan pers di Surabaya, Jumat (13/11).

Dari penangkapan para tersangka itu, petugas berhasil menyita barang bukti shabu seberat 1,6 kilogram (kg), 282 butir pil ekstasi, dan 380 butir Happy Five (H5).

“Untuk barang bukti 1,6 kg shabu-shabu, kami dapat dari tangan tersangka Reza. Dari tangan bandar lainnya kami mengamankan 3,6 gram shabu, 262 butir pil ekstasi atau ineks, H5 sebanyak 270 butir, dan timbangan elektrik,” kata Bambang.

Penangkapan itu bermula dari penggerbegan Susanto dan Iqbal di sebuah hotel kawasan Darmo. Mereka menginap di dua kamar berbeda dan ketika digeledah ditemukan dua bungkus plastik kecil berisi shabu dengan berat 6,2 gram, 20 butir pil ineks, dan 110 butir H5.

Selain mengamankan narkoba, petugas juga menyita mobil Volvo bernomor polisi B 2706 LM dan mobil Honda Brio bernomor polisi L 1068 DQ. Dua kendaraan itu diakui tersangka digunakan sebagai sarana pengiriman narkoba ke pelanggan.

Mereka sengaja memakai mobil mewah agar tidak mudah dicurigai petugas. Kedua tersangka lalu menunjuk mobil yang dipakai Ronald, sebuah Mercedes Benz berwarna putih dengan nomor polisi L 25 YH.

Dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka disebutkan bahwa narkoba itu diperoleh dari bandar bernama Indra. Diperoleh pengakuan pula, narkoba shabu-shabu itu diperoleh dari Malaysia.

Petugas kini masih mencoba mengembangkan kasus tersebut, karena diduga masih ada anggota jaringan mereka yang beroperasi. “Kami masih terus mengembangkan penyelidikan kasus ini,” ujar Bambang.(BeritaSatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *