Berita Nasional Peristiwa

Polisi Menyita Ganja 2,6 Ton di Pelabuhan Bakauheni

Polri

Bakauheni – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Seaport Interdiction berhasil menyita sebanyak 2,613 ton ganja kering berasal dari Provinsi Aceh tujuan Cianjur, Jawa Barat, yang diselundupkan melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

“Penangkapan berlangsung pada Senin (20/8) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB di titik pemeriksaan pintu masuk pelabuhan,” ungkap Kapolres Lampung Selatan, AKBP Tatar Nugroho, mendampingi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Brigjen Pol. Jodie Rooseto, saat memberikan keterangan pers di Mapolres Lampung Selatan, Kamis (23/8).

Tatar Nugroho menjelaskan, barang tersebut diangkut menggunakan kendaraan truk Colt Diesel B 4548 DB yang dikemas dalam 60 karung sebanyak 2.619 paket yang ditutupi buah alpukat untuk mengelabuhi petugas di seaport interdiction.

Bersamaan itu, polisi juga menangkap dua orang tersangka sebagai kurir sekaligus pengemudi truk tersebut, yakni Bustami alias Ucok (49) yang warga Desa Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Bieureun, Provinsi Aceh, dan Munardi (35) yang warga Kota Mamplam, juga di Kabupaten Bieureun.

“Barang tersebut rencananya akan dibawa menyeberang ke Merak Banten, kemudian dibawa ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan mereka memanfaatkan arus mudik Idul Fitri agar bisa lolos menyeberang,” jelasnya seperti yang dilansir AntaraNews.com.

Kepada polisi para kurir itu mengakui bahwa pengiriman barang tersebut atas perintah Sahrul yang saat ini masih dalam daftar pecarian orang (DPO). Para kurir yang mengirim barang senilai Rp5 miliar itu hanya mendapatkan upah sebesar Rp3 juta dari pengirim itu jika sampai tempat tujuan di Jawa Barat.

Kapolres Lampung Selatan mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang mengembangkan kasus ini berkordinasi dengan Polda Lampung, Markas Besar Kepolisian Negara RI (Mabes Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sementara itu, para pelaku yang tertangkap itu terancam dengan Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 yakni Pasal 111 ayat 2, dengan ancaman pidana seumur hidup dan denda maksimum Rp15 miliar. Selanjutnya Pasal 114 ayat 2 dengan ancaman pidana pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda Rp17 miliar.

Selain itu, mereka dapat dikenai pula Pasal 115 ayat 2 dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara dan denda Rp15 miliar. Pasal 132 ayat 2 dengan ancaman pidana seumur hidup, paling lama 20 tahun dan denda maksimum Rp15 miliar.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *