Peristiwa

Polisi Menduga Saedi dan “Iran Tujuh” Berasal dari Sindikat yang Berbeda

bend iranDenpasar – Tertangkapnya Shahbazi Saedi (34) warga Republik Islam Iran yang mencoba menyelundupkan 22 butir kapsul yang berisi shabu-shabu ke Indonesia pada Senin (21/12) petang, memberi tanda bahwa Bali dan Indonesia masih jadi sasaran sindikasi perdagangan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan zat Adiktif (NAPZA) internasional.

Dari hasil penyelidikan sementara Direktorat Narkotika Polda Bali, menguat dugaan bahwa Shahbazi Saeid berada didalam jaringan internasional yang berbeda dengan tujuh warga Iran yang tertangkap pada Rabu (9/12) malam lalu.

Direktur Narkoba Polda Bali, Komisaris Besar (Kombes) Kokot Indarto mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman penyidikan.

”Memang sama-sama dari Iran dengan modus sama, tapi jaringannya berbeda,” ujarnya saat dikonfirmasi Napzaindonesia.com pada Rabu (23/12). Kesimpulan sementara ini diambil berdasarkan pengakuan masing-masing tersangka pelaku penyelundupan.

Menurut Kokot Indarto, kelompok “Iran tujuh” mengakui bahwa shabu yang mereka selundupkan milik seseorang yang berinisial “R”, sementara dari hasil pemeriksaan terhadap Shahbazi Saedi diperoleh informasi bahwa pemilik barang haram tersebut berinisial “S”.

Namun temuan sementara ini, tidak serta-merta membuat Polisi puas.

“Itu juga masih kita perdalam, karena dari analisa kita, sekarang di daratan China lagi panen besar epidrine yang jika direaksikan dengan prekusor bisa menghasilkan metil amphematimine atau yang lebih dikenal nama shabu-shabu,” jelasnya.

Namun untuk motifnya dia menduga kalau pasokan narkoba ke Indonesia itu untuk memanfaatkan momen tahun baru yang permintaan di pasaran cukup tinggi.

“Sebetulnya sasarannya ke wilayah Asia, termasuk Bali dan Jakarta,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam dua pekan terakhir pihak Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, Bali berhasil menangkap 8 warga negara Republik Islam Iran yang berupaya menyelundupkan shabu-shabu ke Indonesia dengan cara membungkus shabu tersebut ke dalam kapsul dan kemudian ditelan.

Upaya pertama berhasil digagalkan dengan menangkap 7 orang pada Rabu (9/12), seorang ditangkap di Bandara Ngurah Rai dan 6 lainnya ditangkap oleh Polda Bali di sebuah hotel di kawasan Legian.

Sementara keberhasilan kedua pada Senin (21/12) lalu, saat petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai mencurigai warga Iran bernama Shahbazi Saedi.

Melihat gelagatnya yang mencurigakan, Saedi kemudian diperiksa dan ditangkap usai menjalani proses pemindaian pada perut,  dimana petugas medis menemukan gumpalan kapsul berisi shabu senilai hampir setengah milyar rupiah.(Sip/Gen)