Berita Internasional

Polisi Meksiko Tewas Akibat Ledakan Bom Mobil

Anggota Kartel Zetas di Meksiko

Pachuca – Seorang polisi tewas dan tiga lainnya cedera, ketika sebuah mobil kosong yang ditinggalkan dan diisi dengan bahan peledak diledakkan di negara bagian tengah Hidalgo, Meksiko, Sabtu (22/1).

Polisi menduga bahwa bom itu diletakkan oleh Zetas, salah satu kartel obat Meksiko yang paling berbahaya.

Sebelumnya para petugas itu menanggapi informasi yang dikirim oleh orang tak dikenal yang menyatakan bahwa ada jenasah di dalam sebuah mobil yang diparkir di luar kota Tula, sekitar 90 kilometer di utara ibukota Mexico City.

Kepada AFP, Walikota Tula, Rudolfo Paredes mengatakan bahwa petugas yang tiba di lokasi menemukan mobil kosong dan sama sekali tidak ditemukan jenasah di dalamnya. Petugas yang penasaran pun terpancing untuk membuka bagasi. Alih-alih bukannya menemukan jenasah yang dimaksud, keempat petugas malang tersebut justru terkena ledakan saat membuka pintu bagasi mobil tersebut.

Gubernur Hidalgo, Miguel Osorio dalam pesan di twitternya mengatakan bahwa Komandan Polisi Victor Pena meninggal pada saat dia sedang dirawat di sebuah klinik lokal.

“Para petugas yang terluka serius berjuang untuk hidup di sebuah rumah sakit di ibu kota negara Pachuca, serangan “diduga disebabkan oleh Zetas,” kata kepala negara Keamanan Publik, Damian Canales.

Di dekat kendaraan yang hangus itu para agen menemukan pesan dari pembom dengan ancaman terhadap polisi.

Canales mengatakan hal itu bisa jadi serangan balas dendam setelah terjadi bentrokan senjata baru-baru ini di Tula di mana polisi menembak mati dua Zetas.

Para Zetas yang dipimpin oleh mantan tentara elit mulai bekerja untuk karel obat Teluk pada 1990-an, kemudian pecah dan membentuk kelompok mereka sendiri.

Kelompok itu kini menjadi salah satu dari enam kartel obat utama di Meksiko.

Para Zetas juga telah terlibat dalam penculikan migran, pemerasan, perampokan bahan bakar dan pertempuran sengit dengan bekas majikan mereka serta geng-geng lain di timur laut Meksiko.

Sekitar 34.600 orang telah tewas sejak tahun 2006 ketika Presiden Felipe Calderon melancarkan pelarangan geng terkuat negara, yang menurut data resmi melibatkan puluhan ribu tentara.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *