Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan Nasional Kegiatan

Polisi: Karena Keterbatasan Fasilitas, Pecandu Belum Bisa Ditempatkan di Lembaga Rehab

Pertemuan Penegak Hukum Penanganan Pecandu NAPZA

Semarang – Keterbatasan fasilitas atau belum tersedianya fasilitas rehabilitasi medis dan sosial yang memadai bagi penanganan pecandu narkoba yang tertangkap polisi, menjadi penyebab utama mengapa seorang pecandu narkoba atau pengguna napza yang menjadi tersangka kasus narkotika masih tetap ditahan di ruang tahanan kepolisian dan bukan di lembaga rehabilitasi.

“Siapa yang akan bertanggungjawab jika seorang tersangka narkotika kemudian kabur, sementara belum ada fasilitas rehabilitasi yang memadai baik itu di rumah sakit atau rumah rehab yang telah ditunjuk oleh pemerintah melalui institusi wajib lapor,” ungkap AKP Herwana Hasjim, Kaurbinops Satnarkoba Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/7).

Menurut Herwana, pihak kepolisian juga harus berhati-hati dalam menjaga seorang tersangka, karena jika seorang tersangka kabur dari tempat rehab yang tidak memadai tersebut maka kepolisianlah yang bertanggungjawab.

“Ya, kami tidak bisa sembarangan menempatkan pecandu narkoba, karena kami bekerja berdasarkan aturan yang berlaku,” imbuh Herwana saat ditemui NapzaIndonesia.com dalam Pertemuan Penegakan Hukum untuk Penanganan Pecandu NAPZA di Kota dan Kabupaten Semarang yang diselenggarakan Lembaga Pelopor Perubahan (LPP) bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Untuk diketahui, kendati di dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No 3 tahun 2011 telah dijelaskan tentang dapat ditempatkannya seorang pengguna napza yang menjadi tersangka dalam kasus narkotika di dalam lembaga rehabilitasi namun hingga kini pemerintah belum juga terlihat serius menyiapkan lembaga-lembaga rehabilitasi bagi pengguna napza di seluruh Indonesia.

Sementara ini baru ada dua lembaga rehabilitasi bagi pengguna napza yang dikelola BNN yakni Lembaga Rehabilitasi Lido, Sukabumi, Jawa Barat dan Balai Rehabilitasi BNN di Makassar yang baru diresmikan Wapres Boediono dua pekan silam.(Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *