Peristiwa

Polisi Endus Keterlibatan WNI Dalam Penyelundupan Shabu Warga Iran

shabuiran2Denpasar – Dit Narkoba Polda Bali kini harus bekerja ekstra keras terkait dugaan keterlibatan warga Indonesia dalam proses penyelundupan shabu-shabu yang dilakukan oleh 7 warga Iran yang tertangkap oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai Bali, pada Rabu (9/12) pekan lalu.

Dugaan ini semakin menguat dengan ditemukannya kontak telepon antara salah seorang pelaku dengan nomor lokal. Bahkan ada beberapa nomor kontak lokal yang sempat berkomunikasi sebelum mereka digrebek polisi di penginapan.

Dari sumber di kepolisian, rupanya ada beberapa nomor kontak yang sempat masuk ke telepon genggam salah seorang pelaku Iran.

“Memang ada beberapa nomor yang masuk ke telepon genggam pelaku, sekarang masih ditelusuri siapa mereka,” jelas sumber kepolisian yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Selebzone.com, Minggu (13/12) siang.

Sayang sumber tadi juga enggan menyebut dari telepon genggam milik siapa data tersebut diambil. Hanya saja dilihat dari nomor telpon tersebut, diindikasikan nomor kode untuk wilayah Jawa Tengah.

Adanya kontak tersebut mengindikasikan keterlibatan pelaku dari dalam negeri sendiri menguat. “Dugaannya memang ya (terlibat, red),” imbuhnya.

Sebelumnya, 7 warga Negara Iran, ditangkap tim gabungan Bea Cukai, dan Dit Narkoba Polda Bali, pada Rabu (9/12) malam.

Mereka ditangkap didua tempat berbeda, pertama satu pelaku di Bandara International Ngurah Rai Tuban dan kedua 6 pelaku ditangkap dari dalam Hotel Simpan Inn , Legian, Kuta.

Dari hasil pemeriksaan scaning, ternyata para pelaku ini kedapatan menelan ratusan kapsul berisi sabu sabu yang nilainya ditaksir Rp 7 miliar.

Ketujuh pelaku itu adalah, Daryoush Omid Ali, Alireza Safarkhanloo, Bahman Mirzaei,  Masoud Soltaninabizadeh, Saeid Soltaninabizadeh, Mohsen Muhammadiargasl, dan Mehdl Alinejadgolestan.(SIP/Gen)