Berita Daerah Hukum

Polisi Dalami Keterlibatan Karutan Bangli Terkait Napi Narkoba Keluyuran

MangupuraRudi Saputra Siregar (30), warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Bangli yang ditangkap satnarkoba Polres Badung, Minggu (8/5) karena mengedarkan shabu, mengaku bahwa dirinya bisa keluyuran di luar rutan karena telah menyetor Rp.1 juta kepada Kepala Rutan Bangli.

Rudi Siregar adalah warga binaan (narapidana-red) kasus narkoba yang divonis 11 tahun penjara, namun baru menjalani hukuman sejak dua tahun lalu.

Kepada polisi, Rudi Siregar yang saat ini berstatus sebagai tersangka juga mengaku bahwa pada Sabtu (7/5) sempat mencari hiburan di sebuah tempat karaoke di Kuta bersama dengan kepala rutan Bangli. Hal ini memperkuat dugaan polisi atas keterlibatan kepala rutan dalam kasus ini.

Kapolres Badung AKBP Dwi Suseno mengungkapkan, sebelum keluar dari tahanan, tersangka yang merupakan warga binaan rutan Bangli itu terlebih dahulu menyetor Rp1 juta kepada kepala rutan.

“Dia keluar dari tahanan terakhir pada malam minggu (Sabtu malam), setelah menyetor Rp1 juta kepada kepala rutan. Pengakuannya dalam sebulan keluar rutan sebanyak tujuh kali. Apakah uang tersebut untuk keluar rutan atau untuk setor penjualan, sejauh ini masih belum didalami,” ungkap Dwi Suseno.

Terkait kemudahan seorang narapidana bisa keluar masuk tahanan, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hariadi mengatakan kasus tersebut masih diselidiki keterkaitan pihak rutan Bangli dengan tersangka pengedar narkoba.

“Masih proses penyelidikan untuk mengetahui kebenarannya. Kalau itu terjadi, kita akan proses berdasarkan hukum yang berlaku,” katanya.

Dihubungi secara terpisah Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Provinsi Bali Taswen Tarib mengatakan, terkait kasus keterlibatan kepala rutan Bangli, pihaknya segera menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

“Kami telah menurunkan tim untuk menarik yang bersangkutan, dan sementara yang bersangkutan akan di ‘non-job’ kan. Juga akan kami periksa, kalau terbukti akan kita tindak tegas. Tindakan tegasnya ya berupa pecat,” tegas Taswen Tarib.

Sementara itu, Kepala Rutan Bangli Widiawan hingga saat ini belum dapat dimintai keterangan terkait kasus tersebut.(Ant/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *