Peristiwa

Polda Metro Jaya Tangani Kasus Bandar Narkoba Tembak Polisi

POLRI

Jakarta – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menangani pelimpahan kasus pengedar narkoba yang menembak salah satu anggota polisi bernama Bripka Muhammad Subur dari Polres Depok.

“Penanganan kasus dan tersangkanya akan diserahkan kepada Polda Metro Jaya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Senin (20/20).

Namun demikian, Baharudin mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi waktu penyerahan kasus penembakan terhadap anggota kepolisian itu.

Perwira menengah kepolisian itu, menambahkan pelaku yang diduga bernama Apoy itu menggunakan senjata api rakitan yang saat ini sudah disita polisi.

Sementara, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Anjan P Putra menuturkan peristiwa penembakan berawal saat tersangka akan melakukan transaksi narkoba di Depan Stasiun Universitas Indonesia Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (18/12).

Kemudian anggota Unit VI Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengendus informasi transaksi itu dan menindaklanjuti dugaan tersebut.

Polisi menemukan dua orang yang diduga akan bertransaksi narkoba menggunakan motor dengan nomor polisi B-6421-TVP.

“Pelaku melakukan perlawanan terhadap polisi saat akan menangkap,” ujar Anjan.
Anjan menjelaskan petugas sempat bergumul dengan pelaku, bahkan tersangka mengeluarkan senjata api rakitannya dan melepaskan dua kali tembakan yang mengenai pinggang bagian kiri Bripka Muhammad Subur.

“Salah satu tersangka bisa ditangkap, sedangkan satu orang lainnya berinisial Z melarikan diri menggunakan motornya,” tutur Anjan.

Kepala Satuan Narkotika Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendra Joni menyebutkan tersangka, Apoy merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2008.

Hendra menuturkan pelaku akan dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan berat.(Ant)