Kebijakan Peristiwa

PNS Terlibat Kasus Narkoba Dipecat Supaya Jera

Surabaya – Pengguna shabu yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Surabaya mendapatkan sanksi tegas berupa pemecatan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Pria berinisial HA (45) yang berdinas di Kelurahan Kapasari ini ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya saat sedang menggunakan shabu di kantornya, ruang Pelayanan Masyarakat Masyarakat di kantor kelurahan Jalan Kapasari.

Selain HA, dalam penangkapan ini polisi juga menangkap SA (41) yang merupakan pegawai Jamsostek Cabang Darmo Surabaya. Barang bukti yang diamankan polisi dalam penangkapan ini adalah enam klip sisa shabu dari HA dan dua bungkus plastik berisi shabu seberat 0,5 gram serta 0,6 gram dari SA.

Pemecatan ini dibenarkan oleh Yayuk Eko Agustin, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya pada Selasa (12/7). Yayuk menyatakan bahwa siapapun PNS yang terlibat kasus pidana atau hukum, terutama pemakai narkoba, sanksinya tidak ada toleransi selain pengeluaran tidak hormat alias pecat.

“Ini untuk menimbulkan efek jera supaya perbuatannya tersebut tidak dilakukan lagi. Apalagi PNS harusnya menjadi contoh,” ujar Yayuk.

Yayuk menambahkan bahwa penggunaan narkoba merupakan kesalahan paling mutlak yang tidak bisa ditolelir. Di samping merusak diri sendiri, narkoba juga perusak generasi muda yang menjadi musuh nomor satu bangsa Indonesia.

“Tentang himbauan, kami sudah sering melakukannya. Bahkan ketika saat ujian masuk PNS sudah ditekankan dan diwajibkan untuk tidak mengenal narkoba,” tambah Yayuk. (IH)