Berita Internasional Kebijakan Global

Pihak Berwenang AS Menyita Ganja Sintetis dari Sebuah Gudang di Ohio

Ganja sintetik merek K2 (ilustrasi)

West Carrollton – Pihak yang berwenang atas obat-obatan di West Carrollton, negara bagian Ohio, Amerika Serikat, Kamis (2/1) pagi waktu setempat, melakukan penggrebekan atas sebuah gudang yang menyimpan dan mendistribusikan ganja sintetis serta petunjuk mengenai kepemilikan obat-obatan ke beberapa toko setempat.

Laman whiotv.com menyebutkan bahwa pihak berwajib yang tergabung dalam satgas operasi tersebut melakukan penyitaan atas produk ganja sintetik merek “K2” dan beberapa perlengkapan merokok di Moreb Wholeshale, yang beralamat di 237 S.Alex Road, West Carrollton.

“..Beragam bentuk dan variasi dari ganja sintetis ini dibuat secara ilegal pada Oktober 2011 silam, sementara amandemen terbaru atas kebijakan penggunaan ganja baru akan efektif pada Januari 2012 ini.” ujar salah seorang petugas yang tidak disebutkan namanya.

Menurutnya, baik di internet maupun di negara bagian lain ketersediaan obat-obatan ilegal masih cukup banyak.

Sementara, Phil Plummer, pejabat sherif di wilayah Montgomery mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan produk ganja sintetis tersebut beredar di masyarakat, mengingat tingginya kasus penggunaan obat-obatan terlarang pada anak remaja setempat.

Sebelumnya pada April 2011 silam, pihak DEA Amerika Serikat memasukan lima merek ganja sintetis ke dalam daftar obat-obatan terlarang. Empat dari lima merek tersebut masing-masing “K2”, “Spice”, “Mr. Nice Guy” dan “Black Mamba”.

Laman tokeofthetown.com menyebutkan ganja sintetis ini terbuat dari zat-zat kimia tertentu seperti JWH-018, JWH-073, JWH-200, CP-47, 497 dan cannabicyclohexanol.

Bahan-bahan kimia ini dibuat di laboratorium dan memiliki tingkat kesamaan molekul dengan tetrahydrocannabinol (THC), yang merupakan zat psikoaktif utama dalam ganja, sehingga efek yang ditimbulkan saat mengonsumsinya sangat mirip dengan ganja.

Hanya saja saat dilakukan tes urin bagi para pengguna ganja sintetis ini, hasilnya akan menunjukan negatif. Tidak terdeteksinya zat-zat kimia yang “memabukkan” inilah yang kemudian membuat pihak berwenang di Amerika Serikat melarang dan memasukannya dalam daftar obat-obatan terlarang.(Whi/Gen)