Advokasi Berita Nasional Kebijakan Nasional Tembakau & Rokok

Petani Tembakau Ancam Duduki Kemenkokesra

Temanggung – Ribuan petani tembakau mengancam akan menduduki Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat jika proses Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau terus berjalan. “Kalau pendekatan kami tidak direspons, maka kami akan terus melawan,” kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Nurtantio Wisnu Brata, di Temanggung, Minggu.

Dalam waktu dekat, katanya, ribuan petani tembakau akan menduduki Kantor Kemenko Kesra dan menginap di sana kalau proses RPP terus berjalan.

Selama ini, katanya, berbagai upaya telah dilakukan para petani dan kalangan pertembakauan untuk menghentikan RPP Tembakau karena akan merugikan petani tembakau. Namun, kelihatannya upaya tersebut menemui jalan buntu.

Upaya terakhir yang dilakukan, katanya, Koalisi Nasional Penyelamat Kretek (KNPK) dan APTI melayangkan protes terhadap pernyataan Deputi Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan Keluarga Berencana Kemenkokesra Emil Agustiono bahwa semua pihak telah menyepakati RPP Tembakau, sehingga akan segera dikirim dan ditandatangani Presiden pada Juli 2012 mendatang.

Protes kalangan pertembakauan tersebut disampaikan saat dialog dengan Emil di Jakarta pada 8 Juni 2012.

Ia menilai, dengan pernyataan tersebut Kemenkokesra telah melakukan “fait accompli” antara Presiden dan rakyat, karena stakeholders tembakau belum menyetujui RPP tersebut.

“Ini namanya “fait accompli” Presiden dan rakyat. Kami tetap menolak RPP Tembakau, kecuali jika RPP disusun ulang dengan melibatkan semua stakeholders tembakau,” katanya.

Selama ini, katanya, pemerintah tidak pernah melibatkan stakeholders tembakau dalam membahas RPP Tembakau. Pernyataan bahwa RPP Tembakau sudah final sebagai sikap sepihak Kemenkokesra.  (Kos/Ant)