Peristiwa

Perut Warga Iran Pembawa Narkoba Dicek di Bali

shabu iranDenpasar – Tim dokter akan kembali mengecek isi perut sebagian dari tujuh warga negara Iran yang tertangkap membawa narkoba jenis shabu-shabu.

Kepala Bidang Humas Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Gde Sugianyar di Denpasar, Minggu (13/12) mengatakan, hal itu dilakukan karena kemungkinan masih ada kapsul berisi shabu-shabu yang belum dikeluarkan.

“Kami akan cek lagi apakah masih ada kapsul di perut mereka. Kalau semakin lama kapsul itu berada di dalam perut, maka akan semakin berbahaya bagi perut mereka,” katanya.

Jumlah kapsul narkoba yang dikeluarkan dari perut para tersangka semakin berkurang. Kini polisi telah menyita 559 kapsul yang berhasil dikeluarkan dari perut tujuh warga Iran.

Menurut Sugianyar, jika kapsul itu pecah, bisa menyebabkan kematian. Sampai saat ini masih ada dua pelaku lagi yang masih dicek untuk pengeluaran kapsul.

Dari hasil pemeriksaan, tujuh warga Iran ini mengaku tergiur masuk ke jaringan narkoba internasional karena ditawari seseorang yang bekerja sebagai tukang ojek di negara asalnya.

Sebelumnya, dua dari tujuh pelaku ini terlebih dahulu datang ke Bali. Diduga kedatangan mereka untuk melakukan survei guna memperlancar aksinya agar dapat lolos dari petugas.

Sementara itu informasi lain menyebutkan, Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Bali menelusuri keterlibatan warga lokal dalam kasus tersebut.

Informasi di Polda Bali menyebutkan, ditemukan adanya hubungan telepon menggunakan nomor lokal sebelum polisi menggerebek di Hotel Simpang Inn, Jalan Legian, Kuta.

“Ada nomor telepon yang ditemukan masuk ke ponsel salah seorang pelaku dan ini masih kami telusuri identitasnya,” kata sumber tersebut.

Meskipun menolak untuk menjelaskan lebih detail siapa yang menerima telepon dari orang lokal, namun sumber ini mengindikasikan jika kode wilayah telepon yang masuk berasal dari Jawa Tengah.

Ketujuh warga Iran yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah, Mehdl Alinejadgolestan, Bahman Mirzaei, Mohsen Muhammadiargasl, Daryoush Omidali, Alireza Safarkhanloo, Masoud Soltaninabizadeh dan Saeid Soltaninabizadeh.(Ant)