Berita Internasional Kebijakan Mancanegara Tembakau & Rokok

Perusahaan Rokok Multinasional Kalah Gugatan di Australia

Sydney – Pengadilan Tinggi Australia menolak gugatan perusahaan-perusahaan rokok yang keberatan atas undang-undang yang mengharuskan rokok dijual dengan kemasan hijau olive polos. Perusahaan komoditi ini berpendapat nilai merek dagang mereka akan hancur di bawah aturan baru yang akan melucuti semua logo dari bungkus rokok.

Undang-undang itu diluluskan November tahun lalu dan sedianya akan mulai diberlakukan Desember. Tapi, perusahaan-perusahaan rokok yang besar seperti British American Tobacco, Philip Morris, Imperial Tobacco and Japan Tobacco berusaha menjegal langkah tersebut dengan gugatan konstitusional yang mengatakan, pemerintah berusaha mendapatkan hak intelektual mereka tanpa kompensasi yang memadai.

Dengan putusan Pengadilan Tinggi itu berarti mulai Desember mendatang, perusahaan rokok tidak akan lagi dapat menampilkan warna khas mereka, desain merek dan logo pada bungkus rokok. Kemasan rokok hanya dalam warna seragam hijau olive polos dan fitur grafis peringatan kesehatan serta gambar kanker mulut, bola mata buta dan sakit-sakitan pada anak-anak. Pemerintah berharap kebijakan ini akan membuat merokok tidak akan menarik bagi konsumen.

“Ini adalah kemenangan bagi semua keluarga yang telah kehilangan seseorang karena penyakit yang terkait tembakau. Bagi mereka yang pernah kehilangan seseorang, ini adalah untuk Anda,” kata Jaksa Agung Nicola Roxon dan Menteri Kesehatan Tanya Plibersek dalam pernyataan bersama seperti yang dikutip SuaraMerdeka.com.

Kasus ini menjadi perhatian internasional, dengan negara-negara lain mempertimbangkan undang-undang serupa. Jonathan Liberman, dari McCabe Centre for Law and Cancer, menyambut gembira putusan itu dan mengatakan, pihaknya berharap rokok dalam kemasan hijau polos akan mulai dijual di Australia dalam beberapa bulan mendatang ini.(SM/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *