Berita Internasional Kebijakan Global Kebijakan Mancanegara

Persiapan Amerika Latin Jelang Sesi Khusus PBB tentang Napza

New York – Untuk ketiga kalinya dalam sejarah, PBB akan menggelar Sesi Khusus Sidang Umum PBB tentang Napza 19-21 April 2016. Beberapa negara Amerika Latin sebagai salah satu pihak yang paling berkepentingan telah bersiap untuk mengangkat wacana pengkajian ulang “perang napza”.

Sesi Khusus ini dijadwalkan akan berlangsung di New York, dan akan meliputi diskusi meja bundar dalam berbagai isu yaitu: implementasi konvensi-konvensi napza internasional, hingga pendekatan kesehatan untuk mengatasi masalah napza. PBB mengadakan pertemuan ini atas permintaan khusus dari Meksiko, Colombia dan Guatemala pada Sidang Umum PBB tahun 2012.

Banyak kelompok masyarakat sipil yang telah mendorong pemerintah mereka untuk menggunakan sesi ini sebagai kesempatan untuk mempersiapkan jalan bagai reformasi kebijakan napza di masa mendatang. Sementara Sesi Khusus tentang Napza ini sepertinya tidak akan menghasilkan sesuatu yang radikal, seperti contohnya: berpaling dari Konvensi Tunggal PBB tentang Napza1961, yang memaksakan pendekatan pelarangan atas penggunaan napza di seluruh dunia, masih ada kesempatan mengubah arah perdebatan seputar kebijakan napza.

Berikut adalah beberapa argumen yang dipersiapkan pemerintah negara-negara Amerika Latin untuk dipaparkan minggu depan,

Colombia

Seperti yang diberitakan El Tiempo, Presiden Juan Manuel Santos dan delegasi Colombia akan mengangkat argumen bahwa pemerintah negara-negara harus diperbolehkan untuk mengambil pendekatan yang lebih lentur terhadap kebijakan napza. Bahwa, pemerintah negara-negara harus dapat “menyusun formulasi dan melaksanakan” kebijakan napza nasional masing-masing berdasarkan “prioritas dan kebutuhan”mereka, walau beberapa pendekatan, termasuk proposal yang telah lama diperdebatkan di lingkungan internal Colombia yaitu wacana mendirikan “pusat konsumsi napza”, tempat di mana orang dengan ketergantungan napza diizinkan mengkonsumsi napza. Wacana ini dikhawatirkan berkonflik dengan konvensi-konvensi napza internasional.

Delegasi Colombia juga berencana mengajukan argumen bahwa undang-undang napza nasional  sepatutnya menggunakan pendekatan lentur dalam berurusan dengan penyelundup napza kecil-kecilan, atau sering disebut sebagai “kurir”, serta para petani penanam napza. Pada pertemuan Komisi Napza PBB ke-59 Maret lalu di Wina, Colombia mendorong agar diadakan debat khusus mengenai penghentian hukuman seumur hidup maupun eksekusi mati kurir napza pada Sesi Khusus PBB tentang Napza pada bulan April 2016, tetapi upaya Colombia ini gagal, demikian laporan El Tiempo.

Meksiko

Presiden Enrique Peña Nieto telah memastikan tidak akan menghadiri Sesi Khusus PBB tentang Napza, hal ini mengejutkan di luar fakta bahwa Meksiko berperan penting dalam masalah perdagangan napza ilegal. Peña Nieto telah mengusahakan agar isu-isu ekonomi menjadi fokus dari pemerintahannya. Sekretaris Negara Meksiko akan menghadiri pertemuan ini menggantikan Presiden Meksiko, dan ia mengungkapkan bahwa Meksiko akan menampilkan sikap yang “tegas dan jelas” di Sesi Khusus PBB.

Meksiko telah mengubah undang-undang napza-nya menjadi lebih liberal. Kongres Meksiko kini masih memproses rancangan undang-undang ganja medis, yang menurut salah seorang senator pendukung, memiliki peluang besar untuk disahkan menjadi undang-undang pada pertengahan Mei mendatang. Marak juga perdebatan mengenai wacana melegalkan opium untuk penggunaan medis di negara bagian Guerrero, yang memiliki konsentrasi tertinggi tanaman poppy ilegal dari seluruh wilayah Meksiko. Sementara, anggota Kongres lainnya mengatakan, mereka berharap delegasi Meksiko akan cukup agresif mendorong reposisi kebijakan napza global dalam Sesi Khusus PBB tersebut.

Guatemala

Sementara mantan Presiden Otto Pérez Molina adalah salah satu pendukung utama untuk mendorong reformasi kebijakan napza internasional, penggantinya, Jimmy Morales justru menghindar dari isu ini. Morales adalah mantan komedian TV yang tidak memiliki pengalaman dalam pemerintahan, dan menurut pandangan umum ia terpilih karena ketidakpuasan publik atas skandal korupsi yang memaksa Pérez Molina mengundurkan diri. Morales akan menghadiri Sesi Khusus ini di New York, demikian juga sebuah pertemuan tambahan yang melibatkan para pejabat PBB dan kepala Komisi Anti Impunitas Guatemala yang didukung PBB, CICIG. Masih akan dipantau, apakah Morales akan  mengambil kesempatan pada Sesi Khusus PBB tentang Napza untuk meneruskan langkah Presiden pendahulunya dan  menyuarakan ketidakpuasan atas undang-undang napza internasional saat ini.

Peru

Presiden Peru Ollanta Humala tidak akan menghadiri Sesi Khusus PBB tentang Napza. Kabarnya delegasi Peru akan memaparkan pengalaman Peru mengembangkan program-program alternatif penanaman napza, demikian juga kebijakan-kebijakan anti napza lainnya. Secara keseluruhan pemerintahan Humala secara konsisten menunjukkan ketidakjelasan mengenai arah kebijakan napza negara tersebut, dan Peru hanya memberikan sedikit indikasi bahwa delegasinya akan sekeras Colombia dalam mendorong reformasi kebijakan.

Bolivia

Delegasi Bolivia dalam Sesi Khusus PBB tentang Napza merupakan gabungan dari pimpinan masyarakat sipil dan para pejabat pemerintah beraliran anti napza, demikian dilaporkan El Diario. Sebagai tambahan paparan mengenai posisi alternatif Bolivia dalam kebijakan koka, delegasi akan berbicara menentang kriminalisasi yang melekat dalam kebijakan napza Bolivia, yang mengakibatkan kelebihan populasi pada penjara-penjara, ungkap salah satu delegasi kepada El Diario.

Uruguay

Setelah menyetujui pasar legal ganja pada tahun 2013, Uruguay menjadi salah satu negara paling liberal di dunia dalam hal kebijakan napza. Negara ini sebelumnya telah menguraikan posisi kebijakan napza mereka untuk Sesi Khusus PBB tentang Napza, dan delegasi Uruguay akan mengikutsertakan para pejabat terkemuka dalam ranah reformasi napza, seperti mantan duta Organisasi Negara-Negara Amerika (Organization of American States-OAS), Milton Romani Gemer.

Apakah negara-negara Amerika Latin akan mengambil posisi sebagai aktivis atau tidak, sangat jelas bahwa mereka memiliki kesempatan untuk memperoleh atau kehilangan banyak hal dalam ranah  kebijakan napza global.

Negara-negara konsumen seperti Amerika Serikat dan negara anggota Uni Eropa terus berjuang mengatasi efek-efek buruk yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan napza dan meningkatnya kriminalitas terkait penyalahgunaan dan distribusi napza. Tetapi pada dasarnya, Amerika Latin menyandang beban yang jauh lebih berat karena harus berurusan dengan produksi massal dan perdagangan gelap internasional untuk memenuhi permintaan luar biasa besar dari konsumen di Amerika Utara. (Sumber: Insight Crime/Yvonne Sibuea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *