Kegiatan

Perlu Jadi Perhatian, Kegagalan Negara Memenuhi Hak Korban NAPZA

Pelatihan Human Right Monitoring

Kuta – Pelatihan Pemantauan dan Pendokumentasian Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang diikuti oleh beberapa kelompok advokasi kebijakan NAPZA berlangsung di kawasan Kuta, Bali Sabtu (29/10) memasuki hari kedua.  Pokok bahasan mengenai HAM menjadi topik menarik bagi para peserta pelatihan yang mayoritas mengalami dampak negatif NAPZA secara langsung.

Selama ini, pengguna NAPZA ilegal harus bersinggungan dengan aparat penegak hukum sehingga rentan menjadi korban pelanggaran HAM. Penangkapan semena-mena, tindak kekerasan dan pemerasan oleh aparat penegak hukum terhadap pengguna NAPZA dilaporkan terjadi di beberapa kota asal para peserta pelatihan tinggal.

Aktivis HAM, Atikah Nuraini, yang menjadi fasilitator dalam pelatihan ini menyampaikan bahwa negara berkewajiban memenuhi tiga hal dasar yang menjadi hak warga negara. Tiga kewajiban ini meliputi kewajiban negara untuk menghormati, kewajiban melindungi serta kewajiban memenuhi kebutuhan warga negara.

Dalam paparannya Atikah menyinggung bahwa masalah buruknya pemenuhan hak kesehatan dan hak kesetaraan dimata hukum bagi pengguna NAPZA harus didesakkan ke ruang publik. Selama ini ketidakadilan yang dialami pengguna NAPZA masih terkubur oleh ketidakmampuan komunitas mengungkap fakta pelanggaran HAM ke permukaan. Kesenjangan ini perlu dijembatani dengan pengetahuan memadai mengenai pemantauan dan pendokumentasian pelanggaran HAM.

Dalam pelatihan ini, peserta secara aktif diajak untuk berpartisipasi mengurai kasus-kasus kekerasan yang sering dialami oleh pengguna NAPZA, kemudian mengerucutkan mana masalah yang merupakan pelanggaran HAM dan masalah kriminal murni. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *