Berita Lembaga Kegiatan

PERFORMA: Sebagian Besar Pengguna NAPZA Mengalami Tindak Kekerasan

Inisiasi Warga Peduli AIDS oleh KPAP Jateng

Semarang – Sekitar 40 persen narapidana yang dipenjara di seluruh penjara di Indonesia adalah pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA).

Sebagian besar diantara mereka mengalami tindak kekerasan dan diskriminasi mulai saat ditangkap pihak kepolisian hingga petugas lapas atau sipir penjara.

Menurut MH Fauzi, Manager Program Komunitas Pengguna NAPZA Jawa Tengah, PERFORMA, Semarang, tindak kekerasan dan pemerasan tidak hanya terjadi di dalam penjara semata, melainkan sudah terjadi sejak para pengguna NAPZA ditangkap polisi.

“Karena kerap mengalami tindak kekerasan dan pemerasan dari aparat negara ini, maka para pengguna NAPZA merasa perlu mengorganisir diri dalam sebuah kelompok guna menyatukan kekuatan untuk melawan perlakuan sewenang-wenang aparat negara.” ungkap Fauzi disela-sela inisiasi Warga Peduli AIDS yang difasilitasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Tengah, Selasa (4/1) sore.

“PERFORMA tidak hanya melakukan advokasi terhadap tindak kekerasan dan pemerasan semata, tetapi kami juga melakukan advokasi kesehatan agar para pengguna NAPZA memperoleh layanan kesehatan yang sewajarnya tanpa ada perlakuan diskriminasi dari para petugas kesehatan,” imbuh Fauzi kepada NapzaIndonesia.com.(Gen)