Advokasi Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan Daerah Peristiwa

Performa Desak IPWL di Semarang Lebih Serius Menjalankan Tugasnya

Aktifis PERFORMA Mendesak IPWL Bekerja Lebih Serius

Semarang – Pencanangan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi para pengguna napza di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12) diwarnai aksi unjuk rasa belasan aktifis komunitas advokasi perubahan kebijakan Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), PERFORMA Semarang.

“Aksi ini kami lakukan agar para pemangku kebijakan terkait PP Wajib Lapor tidak hanya melayani para pengguna NAPZA jenis heroin semata. Sementara para pengguna napza jenis shabu, ineks dan ganja terabaikan,” papar Yoga Andromeda, Koordinator Lapangan aksi saat ditemui NapzaIndonesia.com di Balai Kota Semarang.

Menurut Yoga Andromeda, pihaknya menyayangkan ketidaksiapan IPWL di Semarang, khususnya Puskesmas Poncol yang hanya bersedia melayani perawatan medis bagi para pengguna heroin semata.

“Padahal selama ini para pengguna Napza yang sudah melapor ke Puskesmas untuk ditangani secara medis tidak hanya berasal dari para pengguna heroin semata, dan kebijakan ini tentu saja menjadi sangat kontra-produktif atas gencarnya kampanye-kampanye yang dilakukan selama ini,” imbuh Yoga.

Yvonne Sibuea, Koordinator Umum PERFORMA mengatakan seharusnya IPWL tidak hanya memberikan layanan medis semata tetapi juga layanan konseling bagi para pengguna Napza selain heroin.

“Setahu kami, yang namanya perawatan adiksi atau kecanduan dapat dilakukan melalui dua cara, pertama adalah dengan cara medis dan yang kedua adalah dengan cara konseling, sementara beberapa puskesmas di Semarang, termasuk Puskesmas Poncol ada beberapa tenaga medis yang telah mengikuti pelatihan konseling adiksi,” papar Yvonne Sibuea.

Yvonne berharap agar IPWL memaksimalkan staf yang sudah dilatih tentang adiksi dan konseling adiksi serta lebih serius menangani masalah kesehatan dan adiksi pengguna Napza.

Sementara Dr. Niken, Dinas Kesehatan Kota Semarang mengatakan bahwa saat ini kesiapan Puskesmas Poncol memang baru sebatas melayani wajib lapor bagi para pengguna napza suntik (penasun).

“Untuk sementara ini Puskesmas Poncol memang baru dapat melayani para pengguna napza jenis heroin, sementara pengguna napza lainnya belum dapat dilayani,” ungkapnya.

Unjuk rasa dari komunitas pengguna NAPZA Semarang ini terjadi sebelum Kepala Puskesmas Poncol. Dr. Rajendra akan memberikan presentasinya dihadapan para pemangku kebijakan terkait pelaksanaan institusi Wajib Lapor bagi para pengguna NAPZA di Semarang.

Saat itu belasan anggota PERFORMA yang hadir sebagai undangan tiba tiba bangkit berdiri dan meminta waktu sepuluh menit untuk membacakan pernyataan sikap mereka atas ketidaksiapan IPWL di Kota Semarang dalam melayani semua pengguna Napza seperti yang diamanatkan dalam UU No.35 2009 tentang Narkotika dan PP No.25 tentang Wajib Lapor Bagi Para Pecandu.(G)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *