Advokasi Berita Daerah Hukum

PERFORMA Dampingi Tiga Pecandu yang Ditangkap Tak Sesuai Prosedur

Sleman – Tiga pengguna napza asal Semarang ditangkap Satuan Narkoba Kepolisian Resort (Polres) Sleman, Yogyakarta. Ketiganya ditangkap saat berkunjung ke Yogyakarta.

Ketiga pengguna napza ini adalah MN (30), MT (26) dan DA (28). Ketiganya ditangkap di tempat terpisah. MN ditangkap saat berboncengan motor dengan seorang warga Yogyakarta. Sedangkan MT dan DA ditangkap di sebuah hotel di kawasan Malioboro.

“Mereka dipaksa melakukan tes urin dan hasilnya positif. Namun polisi tidak menemukan barang bukti yang dicarinya pada MT dan DA, sementara pada MN ditemukan sisa ganja yang telah dibakar,” kata Arifiyanto Abdul Fani, koordinator Paralegal komunitas pengguna napza PERFORMA kepada Napzaindonesia.com, Rabu (17/8).

Menurut Arif, saat ini PERFORMA sedang melakukan proses pendampingan hukum bagi ketiganya. Ia menambahkan, bahwa ketiganya masih menjalani terapi rawat jalan di klinik “pengurangan dampak buruk penggunaan napza” atau Harm Reduction di Puskesmas.

“Harapan kami, mereka dapat dibebaskan atau dikembalikan ke institusi rawat jalan untuk melanjutkan program rehabilitasi yang sedang diikuti ketiganya” paparnya.

Menurut Arif, polisi seharusnya bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan pemerintah seperti yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 tentang Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika. Dimana seharusnya dalam waktu 3 x 24 jam, bagi pecandu narkotika yang tertangkap tangan tidak membawa barang bukti harus dikembalikan ke institusi kesehatan yang menaunginya, dalam hal ini Puskesmas atau panti Rehabilitasi. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *