Advokasi Berita Nasional Hukum Kebijakan Daerah

PERFORMA: Ada Indikasi Ketiga Pengguna NAPZA Alami Tindak Kekerasan

Sleman – Kelompok advokasi pengguna NAPZA (PERFORMA) Semarang mengindikasikan adanya tindak kekerasan yang dialami ketiga pecandu yang ditangkap satuan narkotika Polres Sleman, di kawasan wisata Malioboro, Jogjakarta, Selasa (16/8) lalu.

PERFORMA menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan atas kasus ini, karena ada indikasi bahwa penangkapan ketiganya tidak sesuai prosedur serta diwarnai tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian.

“Menurut beberapa saksi yang kami temui, salah seorang diantara ketiganya mengalami tindak kekerasan yang dilakukan aparat di depan umum, kedatangan kami kesini untuk memastikan bahwa ketiganya dalam keadaan baik-baik saja.” papar Yvonne Sibuea, yang didampingi MH Fauzi dari Divisi Advokasi PERFORMA, Rabu (17/8) malam.

Sayangnya malam itu PERFORMA belum diijinkan menemui ketiganya, dengan alasan belum mendapat ijin dari atasan.

Sementara, Kamis (18/8) malam, Koordinator Divisi Paralegal PERFORMA, Arifiyanto Abdul Fani, mendatangi Polres Sleman untuk bertemu dengan AM, AA dan DR.

Selain bertemu ketiganya, Arifiyanto juga menyerahkan surat keterangan dari YAKITA sebagai institusi rehabilitasi dan Puskesmas yang menerangkan bahwa ketiganya adalah pasien terapi dibawah institusi kesehatan yang diketahui pemerintah.

“Saat ini, kami sudah meminta bantuan dari pihak-pihak yang peduli terhadap masalah kekerasan dalam penangkapan yang tidak prosedural,” ujar Arifiyanto kepada Napzaindonesia.com.(IH/Gen)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *