Peristiwa

Perbatasan Motaain Disinyalir Menjadi Tempat Transaksi Narkoba

Badan Narkotika Nasional

Kupang – Menurut hasil investigasi Badan Narkotika Nasional (BNN), transaksi perdagangan narkoba antara Indonesia dan Timor Leste, dilakukan dengan menggunakan jalur darat melalui daerah perbatasan Motaain di wilayah Timor Barat Provinsi NTT.

Hal ini dinyatakan oleh Kepala BNN, Gories Mere, saat memberikan sambutan  sebagai Pembina Profesional dan Usahawan Katolik (Pukat) dalam acara Temu Aktualisasi Spiritualitas (TAS) Pukat ke-2 pada Minggu (7/8) malam, di rumah jabatan Gubernur NTT di Kupang.

“Daerah perbatasan Motaain di Timor Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur dan negara Timor Leste sudah menjadi tempat transaksi narkoba,” katanya.

Gories menjelaskan bahwa beberapa kali ditemukan transaksi narkoba jenis shabu di jalur perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut. Barang bukti berupa shabu ini diduga berasal dari Surabaya.

“Negara Timor Leste yang baru 11 tahun menjadi negara otonom, sudah difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebuah alat canggih untuk mendeteksi narkoba yang diletakkan di dalam mobil,” imbuh Gories.

Hingga saat ini, hasil temuan BNN tersebut masih dianalisa, juga kendaraan yang digunakan untuk mengangkut shabu tersebut kini sedang diinvestigasi, dianalisa dan diteliti oleh kedua negara yakni Timor Leste dan Indonesia.

“Selain pendeteksi mobil, Timor Leste sudah memiliki teknologi forensik yang sangat modern untuk memantau orang yang membawa narkoba, sementara kita masih menggunakan pos seperti warung di pinggir jalan,” ujarnya.

Lebih lanjut Gories menambahkan bahwa BNN akan membangun posko khusus untuk memantau transaksi narkoba di Montaain. Ini ditujukan supaya transaksi narkoba di daerah itu tidak terus berlanjut.

“Saya mengajak seluruh anggota Pukat di Indonesia untuk bersama-sama mencegah perdagangan ilegal narkoba dan tidak memakai narkoba,” tutupnya. (AM/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *