Berita Internasional Kebijakan Mancanegara

Perancis Luncurkan Ruang Aman Menyuntik Napza di Paris

Paris – Perancis meluncurkan ruang aman menyuntik napza pada Selasa (11/10), mengesampingkan perdebatan sengit selama bertahun-tahun mengenai manfaat strategi yang kian menyedot perhatian publik sejak Swiss menerapkannya tiga dekade lalu.

Pemerintahan Sosialis Perancis mendorong parlemen untuk mengeluarkan perizinan pengoperasian ruang aman menyuntik napza sejak setahun lalu. Ruang aman menyuntik napza pertama di dunia dioperasikan di kota Berne, Swiss sejak tahun 1986.

Menteri Kesehatan Perancis Marisol Touraine mendeskripsikan keputusan ini sebagai capaian penting dalam strategi kesehatan masyarakat di Perancis. Beberapa negara Eropa yang berdekatan, seperti Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia dan Spanyol, telah terlebih dulu mengoperasikan fasilitas serupa.

Australia dan Canada juga telah mengambil langkah yang sama, tetapi kebijakan semacam ini belum mampu menembus negara-negara lain di luar Eropa Barat, kecuali kampanye-kampanye dukungan penyediaan fasilitas konsumsi napza di negara bagian New York.

“Kebijakan ini merupakan respon politik yang kuat menuju kebijakan pragmatis dan bertanggung jawab, yang mendorong individu berisiko tinggi untuk mendekat pada layanan kesehatan, alih-alih menstigma mereka, “ ungkap Touraine.

Fasilitas baru ini, terletak di sebuah jalan yang bersebelahan dengan stasiun kereta Gare du Nord-Paris. Di dalamnya, konsumen diperkenankan menyuntikkan napza dengan menggunakan jarum suntik steril di bawah pengawasan staf medis, untuk menekan kemungkinan terjadinya overdosis dan transmisi penyakit melalui darah yang disebabkan karena berbagi jarum.

Touraine menjelaskan bahwa banyak pengguna napza berkategori sangat adiktif harus dikirim ke ruang gawat darurat karena overdosis. Sedangkan 1 dari 10 pengguna napza kategori tersebut didapati terinfeksi HIV, sedangkan 1 dari 4 pengguna napza pada kategori yang sama terinfeksi Hepatitis C.

Statistik resmi menunjukkan lonjakan penggunaan ganja yang tinggi di Perancis, sementara angka penggunaan napza jenis sangat adifktif lebih sulit dikumpulkan. Sebuah laporan dari komite antar kementerian anti narkotika memperkirakan jumlah pengguna heroin di Perancis sekitar 500.000, dan pengguna kokain sebesar 1,5 juta orang.

Touraine memperhitungkan ruang menyuntik aman yang baru dibuka ini akan dikunjungi ratusan orang setiap harinya, sejak pertama dibuka hingga hari Jumat nanti.

Sejak dibukanya ruang menyuntik aman di Berne pada 1986, lebih dari 90 fasilitas serupa yang didukung negara, dibuka di seluruh dunia, demikian data dari European Monitoring Centre for Drugs dan Drug Addiction (EMCDDA). (Sumber: Reuters, Yvonne Sibuea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *