Berita Internasional Berita Lembaga Riset

Penyuntikkan ATS di Asia Tenggara Merebak, Rawan Penyebaran HIV

Wina, NapzaIndonesia.com – Penelitian Global tentang Napza Stimulan Tipe Amfetamin atau Amphetamine-Type Stimulant (ATS) yang dirilis oleh United Nations on Drug and Crime (UNODC) mengungkap peningkatan peredaran metamfetamin di negara-negara Eropa. Dilaporkan adanya peningkatan penggunaan dan produksi. Metamfetamin kemungkinan besar akan menggeser penggunaan amfetamin di beberapa bagian benua Eropa.

Sementara di Afrika Barat dimana tidak terlaporkan adanya produksi dan peredaran ATS pada tahun-tahun sebelumnya, kini mengalami peningkatan peredaran ATS. Pada Juni 2011 ditemukan sebuah laboratorium metamfetamin di Nigeria. Disinyalir beberapa sitaan ATS yang didapatkan di negara-negara Asia Timur berasal dari Afrika Barat.

Semakin mengukuhkan peredaran global napza ATS, peningkatan produksi juga dilaporkan berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, dimana ditemukan laboratorium-laboratorium terselubung di Brazil, Guatemala dan Nikaragua.

Meramaikan keberadaan amfetamin dan ekstasi, pasar napza ATS disemarakkan dengan munculnya napza stimulan jenis baru, disebut substansi analog  yang tidak termasuk napza yang dikontrol secara internasional. Mulai populer pada 2010, substansi seperti mefedron atau metilenedioksipirovaleron (MDPV) dijual sebagai ‘garam mandi’ atau ‘makanan untuk tumbuhan’. Napza jenis baru ini marak digunakan sebagai pengganti napza stimulan ilegal seperti kokain. ‘Garam Mandi’ sangat berbahaya dan sampai saat ini justru masih legal di banyak negara. Substansi ini sangat mudah dibeli lewat internet.

Penggunaan napza ATS yang disuntikkan merupakan tren penggunaan napza mulai menjadi masalah kesehatan yang meluas, terutama hubungan erat perilaku tersebut dengan penyebaran HIV dan AIDS. Didapati peningkatan penyuntikan napza ATS di Asia Timur dan Asia Tenggara, demikian juga di Eropa Barat dan Eropa Timur.(unodc/YS)