Peristiwa

Penyelundupan Narkotika Dari Malaysia Paling Sering Gunakan Air Asia

Batam – Maskapai penerbangan Air Asia di Kuala Lumpur Malaysia memiliki bandara sendiri yaitu LCCT atau Low Cost Carrier Terminal Airport. Pemeriksaan di LCCT relatif lebih longgar karena tidak dilengkapi sejumlah perlengkapan.

Hal ini sering dimanfaatkan oleh penyelundup untuk menerbangkan narkotika ke Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kombes Pol Siswandi, Kasubdit II Narkoba Mabes Polri seperti diberitakan Antara pada Kamis (12/4).

“Dari 21 penangkapan penyelundupan lewat udara, cuma dua melalui penerbangan selain Air Asia,” katanya usai melakukan koordinasi dengan Polisi Malaysia.

Indonesia dan Malaysia melakukan pembahasan maraknya perdagang narkotika lintas negara di Novotel Batam selama dua hari, Rabu dan Kamis. Pihak Malaysia diwakili dari Polis Di Raja Malaysia (PDRM), sementara Indonesia oleh Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman dan perwakilan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Menurut Siswandi, lebih 80 persen penyelundupan narkotika bertransportasi lewat udara menumpang pesawat maskapai milik Malaysia Air Asia yang menggunakan LCCT. Sedangkan penerbangan lain seperti Batavia Air maupun yang lainnya lepas landas dan mendarat melalui KLIA atau Kuala Lumpur International Airport yang memiliki pelayanan berbeda.

“Selain karena pemeriksaan di LCCT lebih longgar, penerbangan Air Asia juga lebih banyak ke Indonesia dibanding maskapai lain. Air Asia melayani penerbangan dari Kuala Lumpur ke berbagai daerah,” terangnya.

Informasi ini dibenarkan oleh Senior Assistant Commisioner Polisi Diraja Malaysia Zakaria bin Sudi yang mengatakan bahwa ada narkotika dari Malaysia diselundupkan ke Indonesia dengan mengunakan Air Asia. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *