Berita Nasional

Penularan HIV/AIDS di Bali Meningkat 20 Persen

logo AIDSDenpasar – Berdasarkan Penelitian Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bali menunjukkan adanya peningkatan penularan HIV/AIDS melalui wanita pekerja seks (WPS) hingga 20 persen dalam satu tahun terakhir. Kondisi peningkatan ini dinilai lebih buruk dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 18 persen saja.

Seperti yang diberitakan Selebzone.com, Yahya Anshori, Koordinator Program KPAD Bali, yang ditemui Senin (30/11) siang menyebutkan salah satu faktor yang memicu peningkatan penularan HIV/AIDS melalui wanita pekerja seks adalah cukup banyak pekerja seks yang kini juga bekerja sebagai pegawai cafe.

Selain itu tempat hiburan malam seperti cafe remang-remang kini juga telah merambah daerah pedesaan. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di daerah-daerah pedesaan.

”Ini harus diwaspadai, karena wanita pekerja seks yang beralih profesi sebagai pegawai cafe dan korbannya adalah pemuda desa yang cukup polos. Ini menyebabkan meningkatnya kasus-kasus penyakit kelamin di daerah pedesaan” kata Yahya Anshori.

Yahya Anshori juga mengatakan bahwa peningkatan penularan HIV/AIDS melalui wanita pekerja seks ini juga terjadi akibat rendahnya kesadaran pelanggan menggunakan kondom. Dari hasil survey KPAD Bali menunjukkan bahwa tingkat kesadaran penggunaan kondom hanya mencapai 40 persen.

Data KPAD Bali menyebutkan bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di Bali hingga Agustus 2009 mencapai 3000 kasus. 66 Persen diantaranya tertular melalui hubungan seksual dan 23 persen penularannya akibat penggunaan jarum suntik narkoba secara bersama-sama.(Mul)