Berita Nasional HIV/AIDS

Penggunaan NAPZA Suntik Masih Jadi Faktor Resiko Penularan HIV

Jakarta – Ditjen Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Departemen Kesehatan RI melaporkan bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia mengalami peningkatan.

Humas Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Timur Dewi Rahmadania, pada Kamis (22/7)  di Jakarta menjelaskan bahwa dalam triwulan pertama, Januari hingga Maret 2011, dilaporkan tambahan kasus AIDS mencapai 351. 

“Angka tersebut berdasarkan data Ditjen PPM dan PL Depkes RI. Kasus `Acquired Immune Deficiency Syndrome or (AIDS)` dan `Human Immunodeficiency Virus (HIV)` terbanyak dilaporkan di DKI Jakarta sebanyak 3. 995 dan kasus HIV sebesar 15.769,” ujarnya.

Dewi menambahkan, secara kumulatif kasus HIV/AIDS dari tanggal 1 Januari 1987 hingga Maret 2011 mencapai 24.482 kasus dengan angka kematian 4. 603 jiwa. Berdasarkan jumlah kumulatif kasus AIDS menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki 17.840, akibat penggunaan NAPZA suntik sebesar 8.553, perempuan 6.553, penggunaan NAPZA suntik sebesar 665 dan tidak diketahui 89, penggunaan NAPZA suntik sebesar 52.

Jumlah kumulatif kasus AIDS menurut faktor resiko, yaitu akibat heteroseksual 13.000, homo-biseksual 734, penggunaan NAPZA suntik 9.274, transfusi darah 49, transmisi pinatal 637 dan tidak diketahui 783.

Dewi menambahkan, penularan HIV yang cukup tinggi melalui hubungan seks yang beresiko tanpa menggunakan kondom, bergantian alat suntik pada sesama pengguna NAPZA suntik, melalui transfusi darah yang tidak melalui uji saring dan melalui ibu hamil yang terkena HIV

“Saat ini belum ditemukan vaksin untuk virus HIV, namun orang yang terinfeksi HIV bisa mendapatkan terapi Anti-Retroviral (ARV),” katanya.

ARV, kata dia, berfungsi sebagai penghambat perkembangan virus HIV dengan menurunkan jumlah virus dalam tubuh dan menaikan sistem kekebalan tubuh.

“Hal yang tidak menularkan HIV, yaitu berjabat tangan, berpelukan, digigit nyamuk, bersentuhan, berenang bersama, tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi HIV, menggunakan toilet yang sama, dan menggunakan alat makan dan minum yang sama.(Got/IH)