Kegiatan

Pengguna Napza Stimulan Cenderung Lakukan Seks Tidak Aman

Semarang – Perilaku seks aman cenderung tidak dilakukan dengan benar oleh para pengguna NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif) stimulan. Sehingga resiko terjadinya penularan virus HIV dan AIDS akibat hubungan seks yang tidak aman ini semakin tinggi.

Demikian diungkapkan Ira Hapsari, salah seorang pegiat di Lembaga Pelopor Perubahan (LPP), dalam diskusi terbuka tentang “Napza Stimulan dan Seks Aman” yang berlangsung di Drop in Center Komunitas Performa, Semarang, Kamis (14/4) petang.

Menurut Ira Hapsari, beberapa hasil penelitian terhadap perilaku pengguna napza stimulan (shabu-shabu dan ekstasi) di Inggris dan Australia menunjukkan adanya perilaku seks yang tidak aman dilakukan saat seseorang yang sedang menggunakan napza stimulan sedang dalam kondisi high.

“Saat sedang high (berada di ambang ketidaksadaran-red) akibat menggunakan napza stimulan, para pengguna napza stimulan cenderung melakukan kegiatan seks yang tidak aman karena tidak menggunakan kondom,” papar Ira Hapsari kepada NapzaIndonesia.com.

Ira mengakui di Indonesia memang belum ada penelitian resmi tentang pengguna napza stimulan dan perilaku seks aman.

Namun banyaknya kasus warga masyarakat biasa dan selebriti nasional yang ditangkap pihak kepolisian ataupun BNN ternyata merupakan pengguna shabu-shabu, ekstasi, dan ganja yang termasuk dalam katagori napza stimulan.

Makin tingginya angka kasus orang yang terinfeksi HIV dan infeksi menular seksual (IMS) di kalangan masyarakat kelas menengah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini dapat diduga akibat perilaku seks tidak aman yang dilakukan oleh para pengguna napza stimulan.

“Kesadaran dan pemahaman tentang penggunaan kondom di kalangan pengguna napza stimulan masih minim, terbukti masih banyaknya temuan penyakit menular di masyarakat umum dan pengguna napza.” ungkap Rozikin, yang mewakili DKT Jawa Tengah.

Sebagai organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pencegahan penyebaran HIV dan AIDS di Indonesia, DKT akan terus menyebarluaskan pemahaman kepada berbagai lapisan masyarakat tentang pentingnya penggunaan kondom saat melakukan hubungan seks yang beresiko, agar terhindar dari infeksi virus dan penyakit kelamin lainnya.(Yan/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *