Advokasi Berita Lembaga Kebijakan Daerah

Pengguna NAPZA Purwokerto Butuh Layanan Hukum dan Rehabilitasi

BNK PWT
www.napzaindonesia.com

Purwokerto – Komunitas pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) di Purwokerto sangat membutuhkan layanan hukum dan layanan rehabilitasi.  Kebutuhan ini terungkap saat komunitas pengguna NAPZA bertemu dengan pengurus harian Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyumas, Senin (9/8).

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk melakukan diskusi mengenai kebutuhan layanan rehabilitasi bagi pengguna NAPZA di wilayah Kabupaten Banyumas.

Didampingi kelompok advokasi kebijakan NAPZA di Jawa Tengah,  PERFORMA, komunitas pengguna NAPZA di Purwokerto menyampaikan keinginan mereka agar BNK Banyumas juga menyediakan layanan rehabilitasi bagi para pengguna NAPZA.

Dalam pertemuan ini terungkap bahwa program kerja BNK Banyumas saat ini terfokus pada kegiatan kesekretariatan, sosialisasi dan pencegahan. Selain itu BNK Banyumas juga memiliki unit Terapi dan Rehabilitasi (TR), yang selama ini telah melakukan kerjasama dengan tiga pondok pesantren dan satu yayasan sosial yaitu Yayasan Bunda Maria. Adapun bentuk kerjasama ini baru sebatas pemberian bantuan dalam bentuk bantuan finansial.

“Karena selama ini tidak ada yang melapor dan mengirimkan kepada kami, jadinya belum ada yang kami kirim ke tempat rehabilitasi tersebut”, ungkap Toni, pengurus harian BNK Banyumas kepada NapzaIndonesia.com.

Sementara, Suko Raharjanto, salah satu paralegal yang bekerja pada kantor pengacara di Purwokerto, menyampaikan mengenai kebutuhan akan adanya pertemuan penegak hukum di wilayah setempat.

Menurut Suko Raharjanto, pentingnya pertemuan tersebut adalah sebagai ajang koordinasi terkait masalah hukum dan akses rehabilitasi bagi pengguna NAPZA di Kabupaten Banyumas.

“Disini juga perlu adanya pertemuan penegak hukum, karena selama ini belum pernah ada koordinasi antara BNK, Kepolisian dan praktisi hukum,” papar Suko Raharjanto.(IH/YS/Gen)