Berita Lembaga Berita Nasional

Pengguna NAPZA Kota Salatiga Keluhkan Ketidaksiapan IPWL Setempat

Lembaga Pelopor Perubahan Semarang

Semarang – Pengguna napza kota Salatiga berdiskusi dengan tim penjangkau Lembaga Pelopor Perubahan (LPP) pada Selasa (3/7) tentang Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2011 (PP 25/2011) tentang Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika dan Institusi Penerima Wajib Lapor.

“Awalnya kami tidak tahu sama sekali tentang Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) ini. Namun setelah ada informasi dari petugas lapangan LPP  kepada para pecandu di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya, kami mulai mengerti tujuan dan manfaat IPWL,” ujar Keplok, salah satu peserta diskusi asal Salatiga.Dalam diskusi ini, selain dibahas tentang keuntungan IPWL dari sisi perawatan medis bagi pecandu, dibahas pula tentang jalur pelaporan dan hak-hak pecandu yang telah mendaftarkan diri sesuai dengan isi PP 25/2011 dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ia juga mengungkapkan bahwa ketika pertama kali mendapat informasi tentang IPWL, sempat ragu mendaftar terkait keamanan dan kerahasiaan data dirinya.

Kendala lain yang dihadapi oleh pengguna napza di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga adalah ketidaksiapan IPWL di wilayah mereka menerima pecandu yang mendaftar. Bersama beberapa pecandu lainnya dari Salatiga, ia mendaftarkan diri ke RSUD Dr. Kariadi yang ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai IPWL  di wilayah Semarang. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *