Berita Internasional

Pengguna NAPZA Ditahan Usai Mengkanibal Anaknya Sendiri

Papua Nugini

Port Moresby – Seorang pria pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza) di sebuah kota kecil di Papua Nugini, ditangkap polisi setelah tertangkap basah melakukan tindakan kanibal atas anaknya sendiri.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa warga di wilayah pinggiran kota Tabubil, Provinsi Barat, pada Kamis (3/2) malam terbangun akibat suara jerit tangis bayi yang baru berusia sehari tersebut.

Setelah mengetahui bahwa sang ayah sedang memakan anaknya, warga sekitar tempat  mengamuk dan mengejar pria tersebut sampai ke kantor polisi, tempat ia ditahan setelah melalui perjuangan yang singkat.

Namun bayi malang tersebut tidak bisa diselamatkan nyawanya akibat luka yang dideritanya cukup parah.

Kepala Polisi Sektor Tabubil, Demas Tapea mengatakan petugas kepolisian telah menahan seorang pria dan istrinya untuk ditanyai sejumlah pertanyaan.

“Hal itu merupakan insiden yang sangat memprihatinkan,” kata Sersan Tapea.

“Masyarakat kecewa dan marah namun mereka juga takut serta khawatir karena ada kepecayaan terhadap sihir atau ilmu hitam,” katanya.

Sersan Tapea mengatakan tersangka utama telah dikenal kepolisian.

“Para penduduk setempat mengatakan pria itu melakukan ritual sihir, atau upaya untuk meningkatkan ilmu menjadi sakti,” katanya.

Tapea juga mengatakan tersangka memiliki catatan sejarah panjang tentang penggunaan obat bius dan ia tidak terkejut bila hal semacam itu terjadi padanya.

“Beberapa tahun lalu ia menjadi gila yang diduga akibat obat-obatan,” katanya.

Pada 2009, diperkirakan sekitar 50 orang terbunuh dalam pembunuhan terkait ilmu hitam karena kematian yang mendadak atau tidak masuk akal dalam sebuah komunitas masyarakat tertutup.

Sejumlah misi Kristiani dan pemerintah Australia untuk wilayah Papua Nugini, bersama dengan otoritas Papua Nugini, telah mengerahkan segala upaya yang mereka bisa untuk mengakhiri kepercayaan terhadap sihir, namun hal itu tetap bertahan.(Ant)