Berita Nasional Hukum

Pengedar Shabu di Lapas Nusakambangan Ditangkap BNN

Jakarta – Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Jawa Tengah, ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena diduga menjadi otak peredaran shabu dengan omset per hari sampai dengan 20 miliar rupiah.

Warga binaan berinisial Y tersebut dijuluki ‘Jenderal Besar’  oleh rekan-rekannya di lingkungan Lapas Nusakambangan. Dalam peredaran shabu di lingkungan Lapas, terdapat beberapa istilah bagi pengedar narkotika, dari mulai “Kapolsek” julukan bagi pengedar untuk satu blok sampai dengan “Kapolri”.

“Julukan ‘Kapolri’ memiliki wilayah hampir seluruh Lapas di Nusakambangan. Nah, Y itu lebih tinggi dari ‘Kapolri’. Bayangkan sendiri seberapa luas wilayah kekuasaannya untuk mengedarkan shabu,” ujar Direktur Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN, Brigadir Jenderal Benny Mamoto, kepada media,  Senin (28/2).

Terungkapnya Y berawal dari hasil tes urine beberapa petugas Lapas Nusakambangan yang positif terhadap shabu, pada operasi  bersama Satuan Tugas dan Ketertiban (Satgas Kamtib) Lapas Nusakambangan dengan BNN.

Benny menambahkan, tersangka Y sudah mulai beroperasi selama delapan tahun lalu dan sudah mengedarkan sebanyak 3,650 ton shabu selama setahun karena dalam sehari mampu memasarkan 10 kilogram meskipun dia berada di dalam Lapas Nusakambangan. (Dtk/IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *