Berita Nasional Peristiwa

Pengedar Narkoba Menjadi Terduga Pembunuh Warga Gugul Pamekasan

Polri

Pamekasan – Aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Madura menduga, pembunuh warga Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan terlibat jaringan dalam narkoba.

“Kami menduga pelaku merupakan jaringan pengedar narkoba,” kata Kapolres Pamekasan AKBP Anjar Gunadi kepada antaranews.com, Selasa (7/6).

Menurut Kapolres, dugaan ini muncul setelah pihaknya menemukan tumpukan bungkus narkoba dan sejumlah bong, alat penghisap narkoba saat petugas melakukan penggeledahan di salah seorang rumah warga pelaku pembunuhan.

“Tapi ini masih dugaan, dan kami masih mengumpulkan bukti-bukti lebih lanjut terkait persoalan ini,” papar Anjar Gunadi.

Polisi menemukan tumpukan bungkus narkoba jenis shabu-shabu dan alat penghisap (bong) tersebut, saat melakukan penyidikan di rumah warga bernama Baidi yang dicurigai polisi sebagai pelaku pembunuhan dalam pengeroyokan yang terjadi Jumat (3/6) malam.

Namun, saat petugas datang ke rumah itu, polisi tidak menemukan yang bersangkutan. Hanya bercak dan ceceran darah, serta sebuah sandal slop berwarna hitam yang sama dengan sandal yang tertinggal di lokasi peristiwa pengeroyokan tersebut.

“Sandal belepotan darah berikut tumpukan bungkus shabu-shabu, serta alat penghisap shabu itu telah kami amankan sebagai barang bukti,” kata KBO Reskrim Polres Pamekasan Iptu Syaiful yang memimpin penggeledahan rumah pelaku pembunuhan warga tersebut.

Korban tewas dalam pengeroyokan menggunakan senjata tajam itu bernama Imam (25) warga Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan. Ia tewas dengan kondisi luka bacok di bagian pinggul kanan, bahu kiri, kepala dan dada.

Selain menewaskan seorang warga, perkelahian massal dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit (carok) yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB Jumat (3/6) malam ini, juga melukai Hamid (40) yang juga warga Desa Gugul.

Peristiwa perkelahian massal berawal saat korban pergi menjenguk tetangganya bernama Sanbai yang sedang sakit.

Dalam jarak sekitar 50 meter dari rumah Sanbai, tiba-tiba sekelompok orang bersenjata menghampiri kedua korban dan langsung membacokkan senjata tajam yang mereka bawa.

“Jumlahnya saya tidak mengetahui, pasti yang jelas banyak,” ujar korban luka bacok Hamid.(Ant/Got/Gen)