Berita Internasional Riset

Penelitian di Eropa: Kecenderungan Konsumsi Alkohol Dipengaruhi Adegan Film

Kecenderungan Konsumsi Alkohol

Sebuah penelitian baru yang melibatkan enam negara di Eropa, menunjukkan bahwa kecenderungan remaja mengkonsumsi alkohol dipengaruhi oleh adegan mabuk dalam film yang ditontonnya.

Penelitian ini memang tidak membuktikan secara langsung bahwa dengan menonton adegan mabuk dalam film , secara langsung akan mempengaruhi perilaku mengkonsumsi alkohol dalam kehidupan nyata. Namun menurut Alexandra Sifferlin dalam Time.com menuliskan bahwa media setidaknya mempengaruhi budaya. Remaja yang menonton adegan minum alkohol dalam film, cenderung meniru perilaku bintang idolanya atau melihat bahwa pesta minuman keras secara sosial dapat diterima.

Hal ini menunjukkan bahwa secara budaya, ada hubungan antara menonton film dan pesta minuman keras. Ini menunjukkan bahwa hukum tentang larangan minum alkohol dan norma-norma sosial tidak mampu sepenuhnya menjelaskan kepada remaja tentang resiko dari kebiasaan mabuk dan minum alkohol.

“Yang mencolok dari penelitian ini adalah adanya konsistensi hasil penelitian yang sama di beberapa negara dengan berbagai latar belakang budaya masing-masing,” ujar juru bicara penelitian ini, Dr James Sargent, seorang profesor pediatri masyarakat dan kedokteran keluarga di Dartmouth Medical School, seperti dirilis oleh HealthDay.

“Tidak peduli apa dampak alkohol bagi anda, penggambaran dalam film adalah alkohol membuat anda tampak kaya, lucu dan tidak ketinggalan jaman. Pemahaman ini yang ditangkap oleh para remaja dan akhirnya menjadi pertimbangan mereka ketika berpesta minuman keras,” imbuhnya.

Dalam penelitian ini responden yang terlibat sebanyak 16.000 remaja berusia antara 10 sampai 19 tahun dari 6 negara do Eropa yakni Jerman, Islandia, Itali, Belanda, Polandia dan Skotlandia. Responden diberi daftar 50 film box office yang paling banyak ditonton lalu diminta untuk membuat daftar berapa banyak yang mereka tonton. Daftar film dipilih secara acak dari 250 film paling sukses yang pernah tayang di masing-masing negara tersebut dalam kurun waktu 2004 sampai 2009.

Untuk setiap film, para peneliti menghitung berapa kali karakter yang ditampilkan minum alkohol. Secara keseluruhan, 86% dari 655 jumlah film memiliki paling sedikit satu adegan dengan minuman keras. Para peneliti lalu membandingkan antara jumlah banyak tayangan yang mereka tonton dengan pengalaman pribadi responden mengikuti pesta minuman keras. Hasilnya, 27% dari laporan keduanya ada pada titik yang sama.

Remaja yang menonton lebih banyak film tentang perilaku mabuk tersebut, lebih mungkin untuk terlibat dalam hal yang sama seperti yang ditontonnya meskipun beberapa faktor pendukung lain seperti ajakan minum alkohol oleh teman sebaya, orang tua dan saudara, pemberontakan, kehidupan sekolah, pengaruh keluarga dan juga kontrol jam nonton televisi. Penelitian ini memperkirakan bahwa sebagian besar responden remaja ini melihat lebih dari 10.000 tayangan minum alkohol dari film-film yang menjadi sampel dalam penelitian lintas budaya ini.

Namun, para orang tua diharapkan tidak panik sampai harus meningkatkan kontrol pada anak remajanya. Penelitian ini masih belum  melihat sejauh mana perilaku minum alkohol ini sebelum atau sesudah mereka menonton adegan dalam film.

“Saya tidak berpikir atas dasar studi ini Anda bisa mengatakan kepada orang tua bahwa paparan alkohol akan meningkatkan kemungkinan anak mereka minum. Penelitian ini perlu dikembangkan untuk melihat aspek-aspek lain yang mungkin mempengaruhi kebiasaan minum alkohol pada remaja,” kata Lesley Smith, seorang dosen penelitian metode kuantitatif di Oxford Brookes University, Inggris, pada Reuters.

Menanggapi penelitian ini, Dr Victor Strasburger, juru bicara American Academy of Pediatrics, menyampaikan bahwa orang tua bisa melakukan tindakan preventif hubungan antara perilaku minum alkohol pada remaja dengan film yang mereka tonton ini.

“Nonton TV dengan anak remaja anda, pergi ke bioskop dengan mereka dan mendiskusikan apa yang anda tonton. Edukasi yang anda katakan terkait dengan acara atau film yang ditonton lebih berguna bagi anak remaja anda daripada apa yang ditayangkan,” ujarnya seperti dirilis oleh CNN. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *