Berita Berita Internasional

Peneliti Serukan Regulasi Kafein Seiring Melonjaknya Angka Kematian Konsumen

Monster Energy Drink

New Rochelle – Menyikapi meningkatnya angka kematian yang diakibatkan konsumsi kafein pada 2012, Pemimpin Redaksi Journal of Caffeine Research mengutuk ‘ketiadaan regulasi’ kafein di AS.

Jack E. James, profesor dari Universitas Reykjavik di Iceland dan Universitas Nasional Irlandia, memaparkan argumentasi pada kolom editorial yang dipublikasikan pada Senin (25/2) yang mengajak peneliti dan anggota legislatif untuk memperhatikan angka kematian dan kondisi kritis karena konsumsi kafein.
“Pada 1911, badan obat-obatan dan pangan AS telah menyita sejumlah sirup Coca Cola karena diduga mengandung kafein dalam jumlah yang membahayakan kesehatan masyarakat,” tulis James. “Karena panjangnya proses hukum, Coca Cola setuju untuk mengurangi jumlah kafein dalam minumannya, kemudian proses hukum dihentikan.”

“Berbekal pengetahuan peningkatan toksisitas kafein dan dihadapkan pada bukti-bukti yang luas dari bahaya besar kafein bagi kesehatan masyarakat, otoritas hari ini tampak lebih bingung dan kurang tegas daripada rekan-rekan mereka lebih dari satu abad sebelumnya,” lanjut James. “Dalam situasi kebingungan dan kelambanan dunia internasional saat ini, anggota legislatif, pembuat kebijakan, dan regulator menghadapi pertanyaan mencolok, berapa banyak kematian dan kondisi kritis karena konsumsi kafein yang harus terjadi sebelum kita memutuskan untuk mulai membuat aturan?”

Minuman energi, khususnya, telah menyita perhatian atas tingginya kadar kafein yang dikandungnya. Food and Drug Administration telah memulai penyelidikan atas kematian yang diduga terkait dengan konsumsi 5-Hour Energy dan Monster, dua minuman energi yang populer di AS. Sebagai keterangan penyerta, Administrasi Penyalahgunaan NAPZA dan Kesehatan Mental AS melaporkan bahwa kunjungan ruang gawat darurat rumah sakit terkait overdosis kafein meningkat dua kali lipat dalam empat tahun terakhir. Dari angka 10.068 kasus pada 2007 menjadi 20.783 pada 2011.

James mengatakan, tingginya kadar kafein dalam minuman energi dan tingginya angka kematian para konsumen minuman tersebut bukanlah ‘sekedar kebetulan’. Penetapan dosis mematikan kafein cukup tinggi, yaitu di angka 10 gram, tetapi stimulan yang sangat umum digunakan masyarakat ini dapat menjadi mematikan pada dosis lebih rendah dalam situasi tertentu. Individu dengan kondisi jantung yang buruk akan lebih rentan terhadap kafein.

“Risiko kematian dan non-kematian karena keracunan kafein ditingkatkan juga oleh karakteristik NAPZA dan lingkungan yang melingkupinya, termasuk ketersediaan kafein secara bebas untuk anak-anak dan dewasa, tanpa adanya regulasi,” tegas James.(thedailynewsreport/YS)