Advokasi Berita Nasional Kebijakan Daerah Kebijakan Nasional

Pemprov Dan DPRD Jatim Tolak RPP Tembakau

Jakarta – Polemik mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan terus bergulir.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur bahkan mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum untuk menolak rencana Presiden mengesahkan aturan itu.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Agus Dono Wibawanto, yang didampingi beberapa Kepala Dinas Pemprov. Jatim dan Tim Revitalisasi Tembakau Jatim serta Ketua APTI Jatim, usai audiensi dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan anggota Komisi IX DPR RI di DPR.

Ia berpendapat bahwa materi dalam RPP tersebut mengandung azas dan prinsip penyusunan perundang-undangan yang tidak layak.

Selain itu, tujuan dan muatan materi yang mencerminkan keadilan masyarakat, kepastian hukum dan kemanfaatan hukum, serta kejelasan pengaturan sanksi dalam RPP dimaksud, tidak tampak.

“Sesuatu yang aneh jika ada kemauan sebagaian anak bangsa menghancurkan kekayaan dan potensi di sektor pertembakauan atas nama peningkatan derajat kesehatan dan tuntutan politik perdagangan internasional, melalui instrumen peraturan perundang-undangan,” tegas Agus, yang juga anggota Fraksi  Partai Demokrat, melalui surat elektronik, Jumat (27/7), seperti yang diberitakan oleh MediaIndonesia.com.

Ia berpendapat, pemerintah seharusnya mendukung produk agribisnis tembakau dan industri hasil tembakau karena memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan pengadaan lapangan kerja.

Pemprov dan DPRD Jatim bersama-sama dengan masyarakat akan melakukan gugatan atau langkah hukum lain  terhadap aturan tersebut jika kelak Pemerintah memaksa untuk mengesahkan RPP Tembakau.

Bahkan, Pemprov dan DPRD Jawa Timur berjanji akan membuat Perda Perlindungan untuk Petani Tembakau Jatim.

“Ini bentuk perlawanan kami sekaligus perlindungan terhadap petani tembakau di Jatim,” tegas Agus.
(Kos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *