Advokasi Hukum Kebijakan Nasional

Pemerintah Tidak Akan Penjarakan Pengguna Napza 1 Gram Kebawah

Jakarta – Sesaknya penjara membuat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Patrialis Akbar pusing tujuh keliling.

Untuk itu pemerintah mengambil keputusan tidak akan memenjarakan pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) lagi dengan syarat tertentu.

“Bahwa pengguna atau pecandu narkoba ketika tertangkap tangan dan kedapatan barang bukti seberat 1 gram atau dibawah 1 gram maka Ia akan dibebaskan dari proses hukum dan akan diarahkan ke panti-panti rehabilitasi,” ungkap Patrialis Akbar, di Jakarta, Selasa (10/5).

Kebijakan ini dilakukan pemerintah guna mengurangi populasi di penjara-penjara di seluruh Indonesia yang telah melebihi kapasitas seharusnya.

“Hal ini untuk mengurangi populasi penghuni rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) khusus narkoba yang populasinya sudah melewati¬† kapasitas yang bisa ditampung oleh rutan dan lapas narkoba tersebut ” paparnya.

Dalam kesempatan terpisah, Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Menkumham Patrialis Akbar bukanlah hal baru.

“Keputusan Menkumham ini merujuk pada PP No 25 dan UU No 35 tahun 2009 serta Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA), akan tetapi yang perlu digaris-bawahi adalah hal tersebut hanya berlaku untuk pecandu shabu-shabu.” jelas Sumirat.

Sumirat juga menjelaskan bahwa seorang pengguna napza (pecandu-red) adalah orang yang sakit, maka harus dirawat di sebuah institusi kesehatan, dalam hal ini adalah rumah sakit atau panti rehabilitasi dan bukannya dikriminalisasikan dan dimasukkan ke penjara.

“Oleh karena pecandu adalah orang yang sakit maka ia harus dirawat di tempat-tempat medis dan panti rehab,dengan harapan begitu mereka keluar dari panti rehab nanti, mereka tidak akan menggunakan narkoba lagi.” imbuhnya.(Kos/Gen)

4 thoughts on “Pemerintah Tidak Akan Penjarakan Pengguna Napza 1 Gram Kebawah”

  1. Sayang seribu kali sayang, Pemerintah kita masih awam tentang bahaya dan resiko napza, walaupun mereka punya pakar dan aparat untuk untuk menjerat korban tapi mereka kehilangan akal untuk mengatasi korban.
    Dengan kebijakan baru sekarang tunggu saatnya Indonesia jadi bakal negara koruptor, prostitusi, kenakalan remaja dan kehancuran moral dimana karena kebijakan tersebut membari peluang tersebut memberi peluang kepada siapa saja untuk untuk memakai napza, sungguh sedih akar semua dari kejahatan adalah akal pikiran dan lingkungan sosial yang rusak dan Napza adalah salah satu penyebabnya.
    Jangankan 1 gram 0,2 gr saja itu… sudah celaka semoga kedepan ada direvisi kembali.

  2. aaah mana mungkin bisa jadi kenyataan, lha menteri kumHAM punya aturan sendiri, BNN punya aturan sendiri, Polisi punya aturan sendiri, jaksa dan hakim punya aturan sendiri2, dan tetap saja pecandu yang akan jadi korban pemerasan MAFIA HUKUM

  3. Hati-hati! Tindakan penghalalan narkoba ini adalah bagian dari konspirasi internasional untuk penghancuran negara secara sistematis, yaitu dengan mengancurkan SDM-nya utamanya generasi muda, sehingga negara itu berisi bodoh bin tolol dan mudah untuk dikendalikan dan dihancurkan ! Bayangkan bila kebijakan ini benar-benar dijalankan dan semua rakyat Indonesia yang 250 juta beserta presiden dan menteri-menterinya berpesta sabu, asalkan di bawah 1 gram aman, akan jadi apa nantinya negeri ini !

  4. semua khan udh diatur,…. dan semua hal ada nilai positif maupun negatif,…
    Jika semua pecandu ditangkap, maka penjara penuh, sedangkan kita tahu didalam penjara seseorang bukan mjd lebih baik, malah bisa menjadi lebih pengalaman, dan byk pengetahuan mengenai dunia narkoba yg mrk dapatkan didalam penjara, setelah keluar nanti, mrk 10X lipat lebih jahat dr sebelumnya, bukan itu khn yg kita harapkan, kita berharap mrk dapat sembuh, dan ditangani oleh pihak medis,…
    toh… yg bandar /penjual, tdk akan bebas, mengidentifikasinya dgn cara, melihat track recordnya saja, pun yg lebih dr 2x direhab, jika tetap tidak mw pulih akan diserahkan pada pihak yg berwajib,… menurut saya, mentri mengerti sekali yg menjadi masalah bagi para pecandu, tentunya keputusan ini, sdh digodok dgn matang,… dinegara2x eropa, manusia dibarikan pilihan, utk menentukan jalan hidupnya,… dan itu berjalan, krn lebih byk org yg memilih utk dpt hidup sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *