Berita Nasional Hukum

Pemeriksaan Bandara Diperketat Gara-Gara Narkoba

Pontianak – Otoritas Bea dan Cukai di Bandara Supadio, Pontianak, Kamis (6/5), memperketat pemeriksaan penumpang internasional di bandara itu, sehingga mengagetkan sejumlah penumpang pesawat yang bepergian melalui bandara itu.

Kepala Hanggar Bea dan Cukai Supadio Pontianak Ahmad Duzky mengatakan, pengetatan pemeriksaan dilakukan setelah terungkapnya pengiriman shabu-shabu delapan kilogram di Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, Kabupaten Sanggau.

“Biasanya kami hanya menurunkan tujuh petugas yang memeriksa setiap penumpang. Dalam beberapa hari ini belasan petugas kami turunkan,” katanya.

Ibrahim (41), warga negara Malaysia, salah seorang penumpang penerbangan Batavia Air dari Kuching – Pontianak, mengaku kaget oleh diperketatnya pemeriksaan penumpang internasional itu.

“Saya sudah puluhan kali pulang dan pergi dari Kuching-Pontianak, dan sebaliknya, tapi baru kali ini tas saya diperiksa petugas,” kata Ibrahim.

Ibrahim menggunakan pesawat Batavia Air jurusan Kuching – Pontianak dengan membawa dua koper besar berisi pakaian dan makanan ringan asal Malaysia.

Penerbangan Batavia Air Kuching-Pontianak dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 13.15 WIB, tapi tertunda hingga pukul 14.20 WIB. Pesawat ini membawa sekitar 75 penumpang dari Kuching yang sebagian besar warga negara Indonesia.

Sebelumnya, petugas Bea dan Cukai Entikong, Minggu (2/5) menyita shabu-shabu 4,1 kilogram dari seorang warga asal Lamongan, Jawa Timur, bernama Aryati Elisabeth (36) saat melewati PPLB Entikong.

Petugas Bea dan Cukai mencurigai ransel milik Aryati Elisabeth. Saat dibuka ternyata tersangka membawa sabu-sabu seberat 4,1 kilogram senilai Rp6 miliar yang dibungkus dengan aluminium foil yang dicampur dengan bubuk kopi.

Kemudian, Senin (3/5) petugas Bea Cukai Entikong kembali menyita shabu-shabu seberat 3,9 kilogram senilai Rp6 miliar dari tas milik Lidya Putri (21) asal Malang, yang juga menggunakan bus Bintang Jaya dari Kuching, Malaysia Timur tujuan Pontianak.

Shabu-shabu tersebut juga dibungkus dengan aluminium foil yang disimpan di dasar tas yang telah dimodifikasi guna mengelabui petugas.(Ant)