Berita Internasional HIV/AIDS Kegiatan

Pembukaan ICAAP 10 Diwarnai Aksi Komunitas Peduli AIDS Korea

10th ICAAP - Busan Korea

Busan – Konferensi AIDS Asia Pasifik ke-10, International Conference on AIDS in Asia and the Pacific (10th ICAAP) resmi dibuka di BEXCO Busan, Korea Selatan, Jumat (26/8) pukul 17.00 waktu setempat.

Konferensi dihadiri sekitar 4000 peserta dari kelompok berisiko terpapar HIV, para ahli di bidang kesehatan, serta politisi dari 70 negara dunia.

Pembukaan Konferensi AIDS Asia Pasifik ke-10 ini ditandai aksi protes yang digelar kelompok pemerhati AIDS di Korea, beberapa saat setelah Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Republik Korea, Chin Soo-Hee hendak memulai sambutan pembukaan.

Kelompok komunitas berisiko terinfeksi HIV di Korea menyatakan kekecewaan atas kebijakan pemerintah Republik Korea yang mereka anggap kurang memperhatikan nasib orang yang terinfeksi HIV. Saat menyampaikan aspirasinya, beberapa demonstran sempat terlibat bentrok singkat dengan petugas keamanan, sementara Menteri Chin Soo-Hee terlihat terpukul atas insiden tersebut.

Aksi ini dipicu atas kurangnya perhatian panitia penyelenggara Konferensi AIDS Asia Pasifik ke-10 kepada para peserta khususnya komunitas pengguna NAPZA. Dimana beberapa peserta konferensi tidak diperkenankan pihak imigrasi Republik Korea membawa masuk substitusi opiat seperti metadon, yang mereka gunakan untuk pengobatan ketergantungan heroin.

Kebijakan ini mengakibatkan para peserta tertahan di bandara selama berhari-hari dan sampai dengan hari ini belum dapat tiba di lokasi konferensi. Sementara pada Forum Komunitas Pengguna NAPZA yang diselenggarakan pada 25 Agustus lalu, hanya sekitar 15 peserta yang bisa hadir. Ditengarai hal ini diakibatkan ketatnya kebijakan pemerintah Republik Korea membatasi masuknya obat-obatan yang digunakan sebagai terapi substitusi opiat.

Sementara, Michel Sidibe, Direktur Eksekutif UNAIDS dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih pada pemerintah Republik Korea yang menyediakan diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi AIDS Asia Pasifik ke-10. Sidibe menekankan, untuk sebuah negara dimana masalah HIV/AIDS tidak menjadi epidemi, Republik Korea patut diberi penghargaan karena tetap menyatakan ikut serta dalam penanggulangan AIDS global.(YS)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *