Berita Daerah Kebijakan Daerah

Pembuatan Kartu Identitas Penasun Semarang Tertunda

Semarang – Rencana pembuatan kartu identitas bagi pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza) suntik atau penasun di wilayah kota Semarang sampai saat ini belum terlaksana.

Kartu identitas itu ditujukan bagi penasun yang mengakses Layanan Jarum Alat Suntik Steril (LJASS) di Puskesmas yang telah ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam rangka pelaksanaan program pengurangan dampak buruk penggunaan napza suntik atau Harm Reduction.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh pihak Puskesmas adalah kurangnya koordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang.

“Standar dari pembuatan kartu identitas ini masuh belum ditentukan. Kami khawatir apabila Puskesmas mencetak sendiri kartu tersebut, isinya tidak sama dengan yang dibutuhkan oleh KPA,” ujar Sri Kuntari, wakil kepala Puskesmas Srondol Semarang pada napzaindonesia.com, Senin (21/2).

Pembuatan kartu identitas pengakses LJASS di Puskesmas sudah mulai didiskusikan sejak pertengahan tahun lalu. Beberapa kali komunitas penasun diundang untuk berdiskusi mengenai kartu tersebut bersama dengan KPA dan pihak Puskesmas penyedia layanan Harm Reduction.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi penasun supaya memperoleh kartu identitas dari Puskesmas juga belum disepakati bersama.

“Mungkin persyaratannya di masing-masing Puskesmas yang ditunjuk akan berbeda. Salah satu contohnya adalah tentang berapa kali mengakses LJASS sebelum mempertoleh kartu,” tambah Sri. (IH)