Peristiwa

Pembuat Ekstasi Palsu Ditangkap Polisi

inex
ineks

Banjarmasin – Pembuat ekstasi palsu alias marlong tersebut berhasil ditangkap Satuan Narkoba Poltabes Banjarmasin. Dalam penangkapan ini polisi berhasil menyita barang bukti perlengkapan untuk membuat ekstasi palsu.

Penangkapan tersebut terjadi di rumah M Rafi’i alias O ‘ o di Jalan Teluk Nelayan T 06 Kelayan Barat, Senin (9/8). Polisi berhasil menangkap lelaki 31 tahun itu bersama temannya Suhaimi alias Imi (46), warga Jalan Kelayan A Gang Sejiran RT 11.

Dari tangan keduanya, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 1 buah bong beserta seperangkat lat hisap shabu-shabu, 1 pak plastik klip yang masih ada sisa shabunya, 1 botol alkohol, spidol dan obat merk Mitsubisi dan Playboy.

Menurut penjelasan Kanit Idik II Ipda Andri Hutagalung, O ‘ o dan Imi memang sudah menjadi target operasi, karena rumah tersebut memang sudah lama dicurigai.

Kesempatan itu datang ketika O ‘ o dan Imi sedang menggelar pesta narkoba, polisi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menangkap mereka. “Setelah kami geledah kami temukan serbuk dan butiran yang menyerupai ekstasi,” jelas Hutagalung.

Polisi menyatakan bahwa O ‘ o adalah pembuat ekstasi palsu setelah melakukan penggeledahan dan menemukan berbagai macam obat. “O ‘ o membuat ineks marlong dengan campuran berbagai macam obat-obatan. Untuk perwarnaan ia menggunakan spidol, sementara untuk pengering dan pengerasan menggunakan lem alteko,” papar Hutagalung.

O ‘ o juga mengakui sudah mencetak ineks marlong tersebut sebanyak 30 butir dan berhasil menjual 20 butir. Kedua pelaku tersebut dikenakan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk pembuatan ekstasi masih kita uji di BPOM Banjarmasin untuk mengetahui isi kandunganya,” lanjut Hutagalung.

“Saya menjualnya Rp.30 ribu satu biji. Modal pembuatan sebanyak 30 butir itu Rp.50 ribu,” kata O ‘ o saat diinterogasi di ruang penyidik Sat Narkoba Poltabes. Sehari-hari O ‘ o bekerja sebagai makelar di pasar.

O ‘ o tertarik membuat ektasi palsu karena banyak yang mencarinya. “Mulanya saya belajar sama kawan. Setelah bisa saya mencetak sendiri,” papar ayah 4 anak ini.

Sedangkan Imi mengaku kalau dirinya hanya menjualkan ineks palsu tersebut. Dia tertangkap di rumah O ‘ o karena ingin menukarkan ekstasi palsu yang hancur.

“Saya sudah berangkat untuk menyerahkan ineks kepada pembeli. Tapi karena hancur saya ingin menukarkan lagi sama O ‘ o. Sebelum berangkat kami makai shabu dulu lalu digrebek”, jelas Imi yang pada tahun 1997 lalu ini divonis 7 bulan atas kasus shabu-shabu.(Mtr/AM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *