Berita Daerah Berita Lembaga Kebijakan Nasional

Pemahaman Alur Rujukan IPWL Perlu Disamakan

Semarang – Pemahaman alur rujukan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) masih belum sama antara pengguna napza, penyedia layanan rehabilitasi medis dan sosial, maupun institusi yang ditunjuk. Hal ini diutarakan Indra Simorangkir, Ketua Yayasan Rehabilitasi Sosial Rumah Damai Semarang dalam diskusi IPWL di Ruang Komisi C, Balaikota Semarang.

“Alur yang jelas perlu ditentukan, supaya pemahaman antara pengakses layanan dalam hal ini pengguna napza dan penyedia layanannya sama,” ungkapnya.Pendapat senada disampaikan oleh dr Eliana dari Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohusodo, Semarang. Menurut Eliana, penyedia layanan rehabilitasi medis dan sosial perlu meningkatkan koordinasi dengan institusi-institusi terkait termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan kepolisian.

Mengenai IPWL sendiri, pihak dari Dinas Kesehatan, dr Arga menyebutkan bahwa hingga saat ini pengguna napza yang melaporkan diri karena kemauan sendiri, diantar keluarganya dan beberapa dirujuk oleh LSM.

Dalam paparannya, Arga menyebutkan bahwa IPWL dapat diakses oleh pengguna napza secara sukarela, rujukan lembaga, pengguna napza dalam proses penyidikan atau persidangan dan jika diputus pengadilan atau vonis hakim.

“Selama ini kami belum pernah menangani pengguna napza yang melapor ke IPWL melalui jalur penyidikan atau persidangan, dan putusan pengadilan,” imbuhnya.

Sementara itu, Indra Setyana dari komunitas pengguna napza PERFORMA menyampaikan bahwa masih banyak pengguna napza yang tidak bersedia mendaftar karena belum yakin akan manfaatnya. Menurut Indra, masih perlu banyak diskusi untuk menyamakan pemahaman antara penyedia layanan, pengguna napza dan institusi kepolisian. (IH)