Advokasi Berita Lembaga Kebijakan Daerah

Peluang Diversi Bagi Pengguna NAPZA di Semarang Mulai Dirumuskan

Diskusi Diversi Pengguna NAPZA

Semarang – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang bersama komunitas advokasi pengguna NAPZA PERFORMA dan Lembaga Pelopor Perubahan mengadakan pertemuan dengan Satuan Narkoba Polrestabes Semarang guna mendiskusikan wacana tentang diversi.

“Diversi adalah pengalihan kasus kategori tindak pidana atau yuridis menjadi proses yang tidak melalui pengadilan,” papar Yvonne Sibuea di Semarang, Selasa (31/5).

KPA Kota Semarang memandang perlu untuk menindaklanjuti gagasan diversi yang dilontarkan oleh Kompol Mokhamad Ngajib, Kasat Narkoba Polrestabes Semarang beberapa waktu lalu, karena diharapkan dapat mengurangi dampak buruk pemenjaraan pada pengguna NAPZA.

“Pada pertemuan pertama mengenai diversi ini, kita mengundang aparat penegak hukum yang berwenang di kota Semarang. Dinas Kesehatan dan dokter yang berpengalaman mengenai adiksi juga diikutsertakan dalam diskusi ini,” ujar Titik Rahayu, Sekretaris KPA Kota Semarang.

Dalam pertemuan ini, hadir juga dr. Alaydrus, SpKJ yang menjadi narasumber mengenai penanganan pasien adiksi atau ketergantungan NAPZA.

Selama ini, yang terjadi adalah penangkapan pengguna NAPZA oleh pihak kepolisian. Padahal belum tentu pengguna NAPZA ini masuk dalam kategori kecanduan atau bahkan pengedar dan bandar.

“Dikhawatirkan pengguna yang masih dalam tahap rekreasional ini apabila tertangkap aparat kepolisian lalu diproses hukum dan sampai pada pemenjaraan, malah akan membuat si pengguna mendapat stigma ganda di masyarakat,” tambah Alaydrus.

Alaydrus menambahkan, diversi ini perlu dilakukan untuk menangani sebaik mungkin para pengguna NAPZA yang dalam hal ini adalah korban. Beberapa pihak terkait perlu dilibatkan dalam hal ini, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Panti Rehabilitasi maupun Dinas Tenaga Kerja. (IH/Gen)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *